Langit kota Malang di pagi pukul 09.15 tanggal 6 Mei 2006 terlihat cerah. Matahari yang bersinar terang memberi sedikit kegerahan tapi itu tak membuat kami membatalkan rencana untuk berkunjung ke Perpustakaan Umum Kota Malang. Pada jam segini Malang memang lebih ramai dan padat oleh kendaraan yang melintas. Sebagai kota yang berjuluk kota pendidikan selain wisata dan industri, Malang seakan tak pernah mati oleh aktifitas dan kesibukan dari warganya. Ia akan selalu bergeliat, seperti pagi ini, siang hingga sore bahkan malam. Malang memang telah mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Bicara soal Malang sekarang maka rasanya kurang marem jika kita tidak bicara Malang tempo dulu. Sekilas kebelakang, kota malang seperti halnya kota lain di Indonesia pada umumnya baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda. Fasilitas umum di rencanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Dan memang, kesan diskriminatif itu masih berbekas hingga sekarang. Misalnya Ijen Boulevard dan kawasan sekitarnya. Hanya dinikmati oleh keluarga- keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang bagai monumen yang menyimpan misteri dan seringkali mengundang keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim disana untuk bernostalgia.
Pada Tahun 1879, di Kota Malang mulai beroperasi kereta api dan sejak itu Kota Malang berkembang dengan pesatnya. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.
Sejalan perkembangan tersebut di atas, urbanisasi terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan perumahan meningkat di luar kemampuan pemerintah, sementara tingkat ekonomi urbanis sangat terbatas, yang selanjutnya akan berakibat timbulnya perumahan-perumahan liar yang pada umumnya berkembang di sekitar daerah perdagangan, di sepanjang jalur hijau, sekitar sungai, rel kereta api dan lahan-lahan yang dianggap tidak bertuan. Selang beberapa lama kemudian daerah itu menjadi perkampungan, dan degradasi kualitas lingkungan hidup mulai terjadi dengan segala dampak bawaannya. Gejala-gejala itu cenderung terus meningkat, menyeruak ke segala sudut kota dan biarlah ini menjadi tugas yang punya kuasa atas kota ini untuk menjawabnya.
Perpustakaan Umum Kota Malang
Tanpa terasa, setelah kurang lebih 15 menit perjalanan sampailah kami pada tujuan. Lokasinya yang strategis yaitu jl. Besar Ijen Boulevard dijamin kita tidak akan susah menemukan perpustakaan satu ini. O ya, kami sarankan jika anda datang dari luar kota dan tidak membawa kendaraan pribadi maka anda tak perlu bingung akan transportasi. Ada 25 jalur transportasi umum yang menghubungkan ke segala penjuru malang. khusus tujuan Perpustakaan Kota Malang ini anda dapat gunakan angkutan umum AL, ADL dan GL (arah Jombang/Kediri). Jika anda datang dari arah Blitar maka pakailah angkuta umum yang berkode LDG serta GL. Dan dari Surabaya pakailah angkutan yang berkode AL atau ADL.
Kawasan Ijen memang menjadi salah satu trade Kota Malang, disini mata kita akan dimanjakan oleh bangunan perumahan besar namun jauh dari kesan eksklusif. Disepanjang jalan berdiri pohon-pohon palem besar dan gagah memberi kesan rapi. Pohon-pohon besar sejenis perdu juga masih kokoh berdiri meski kesan tua terlihat. Begitu juga di sepanjang belahan badan jalan aneka bunga berwarna-warni dan tanaman memberi keindahan yang menakjubkan. Tepat di seberang jalan depan perpustakaan terdapat sebuah bangunan wisata sejarah yaitu Museum Brawijaya Malang. Sebagai tempat tujuan wisata sejarah, Museum Brawijaya seringkali dikunjungi pelajar-pelajar dalam dan luar kota malang untuk studi. Bukan hanya pelajar tapi juga masyarakat umum seringkali singgah guna menikmati koleksi sejarah kemiliteran yang dimiliki museum tersebut.
Saat ini kami telah berada dihalaman parkir. Dipelataran sudah terlihat ratusan sepeda motor dan puluhan mobil terparkir. Pengunjung pun terus mengalir dari anak-anak berseragam sekolah dari segala tingkatan, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Suasana di halaman demikian nyaman dan asri. Aneka tanaman dan bunga tampak hijau dan beberapa pohon menambah kesejukan. Sekedar pembaca ketahui bangunan gedung perpustakaan yang ada sekarang telah mengalami renovasi dan perbaikan. Tepatnya ketika munculnya berita di Surat Kabar Malang Pos sekitar bulan September 2002 yang menyebut bahwa Perpustakaan Umum Malang merupakan salah satu perpustakaan yang ‘terjelek’ di Indonesia, sebagaimana wawancara dengan Kepala Perpusnas di sela-sela Kongres IPI di Batu, Walikota Suyitno ketika itu merasa tertantang. Dilanjutkan oleh penerusnya Peni Suparto, hanya dalam waktu tiga tahun perpustakaan ini mampu merubah penampilan sekaligus meningkatkan citra sebuah perpustakaan. Dan Puncaknya adalah pada saat Perpusnas menyelenggarakan pemilihan perpustakaan umum terbaik, perpustakaan ini menjadi salah satu model yang layak dicontoh atau ditiru karena perpustakaan ini telah mendapat predikat ke-empat dari 10 perpustakaan terbaik tingkat nasional tahun 2005.
Seperti yang terpampang di mading dekat pintu masuk, jam layanan perpustakaan ini adalah
Senin – Kamis : dari jam 08.00 – 17. 00 wib
Jum’at : 08.00 – 16.00 wib
Sabtu : 09.00 – 16.00 wib
Minggu dan libur nasional masih membuka layanan dari jam 09.00 – 15.00 wib. Namun pada hari itu petugas tidak melayani peminjaman, perpanjangan dan pendaftaran anggota. Dan khusus hari libur nasional yang bertepatan dengan hari Jumat perpustakaan tutup.
Kini kami ajak anda masuk kedalam. Selangkah dari pintu masuk kita akan dihadapkan sebuah ruangan besar. Di sebelah kanan pintu masuk adalah tempat dimana kita dapat menitipkan barang bawaan kita. Ada 2 petugas yang biasa melayani. Jika barang bawaan kita termasuk berharga anda dapat memanfaatkan loker-loker yang berkunci. Ada ribuan loker tersedia. Ditempat ini juga kita bisa mengurus pendaftaran anggota.
Perlu di ketahui juga, terhitung tanggal 17 januari 2006 pihak perpustakaan menetapkan kebijakan keanggotaan. Sebuah kebijakan yang dimaksudkan untuk meminimalisir kehilangan atau tidak dikembalikannya buku-buku yang di pinjam. Bagi warga Kabupaten Malang dan Kota Batu yang berniat menjadi anggota perpustakaan ada syarat-syarat yang harus dilengkapi yaitu mengisi blangko pendaftaran, foto kopi ktp dan kartu keluarga, pas foto 3×3 sebanyak 3 lembar. Selain itu harus menyerahkan uang jaminan sebesar 50.000 rupiah. Uang jaminan akan dikembalikan utuh jika sudah tidak menjadi anggota. Sebaliknya uang tak bisa diambil jika menghilangkan atau tidak mengembalikan buku yang dipinjam. Sedang jaminan 100.000 rupiah diperuntukkan warga yang ber-KTP luar Kota, Kabupaten Malang dan Batu.
Warga Kota sendiri dapat mendaftar menjadi anggota tanpa harus menyetor uang jaminan. Setelah menjadi anggota anda berhak memanfaatkan segala fasilitas dan layanan yang tersedia. Mulai dari Peminjaman Buku, Multimedia Arsip dan Internet Cafe. Khusus layanan internet anda yang sudah terdaftar menjadi anggota akan mendapat kesempatan gratis main internet gratis selama satu jam per harinya. Sebelum meng-akses internet prosedur yang harus dilewati adalah mendaftar ke petugas yang berjaga guna mendapat nomor antrian dengan menunjukkan kartu anggota.
Masih dilantai bawah, sebelah kanan ruangan besar ini adalah Ruang Kepala dan sebelahnya lagi adalah Ruang Baca Anak. Ada yang berbeda dari Ruang Baca Anak ini dengan ruang baca lainnya yaitu tidak adanya meja-meja ataupun kursi yang biasa digunakan buat membaca. Yang ada hanyalah hamparan karpet. Terlihat anak-anak usia SD bersama beberapa orang tua yang menyertai mereka sedang asyik membaca ataupun pilih-pilih buku yang tersedia di rak. Dengan gaya nyantai, mereka bisa bersandar di tembok sambil berselonjor ataupun posisi lain yang sekiranya nyaman. Guna menjaga kenyamanan, keasyikan serta kebersihan Ruangan Baca Anak pengunjung dilarang membawa snack ataupun minuman. Begitu juga dengan sepatu dan sandal wajib di lepas.
Kini kami melangkahke bagian kiri ruang besar ini. di bagian kiri kami mendapati tangga menuju lantai II. Sebelahnya adalah 2 kamar kecil dan sebelahnya lagi adalah Ruang Audio Visual yang menurut penuturan petugas ruang itu biasa digunakan jika ada kunjungan-kunjungan dari instansi ataupun lembaga-lembaga tertentu. Oke, sekarang kami akan naik ke lantai II. Ada apa di lantai dua membuat kami penasaran, kami hampir lupa bahwa di ruang besar tadi juga terdapat beberapa kursi dan meja yang biasa di gunakan pengunjung untuk membaca majalah ataupun koran yang ter-up date tiap harinya. jika anda ingin bersantai sambil nonton tv atau ngemil mungkin, anda dapat manfaatkan sofa-sofa yang juga tersedia di ruang ini. sekarang kita lanjut kelantai II.
Sesampai kami di lantai dua, tepat didepan adalah tempat pengembalian buku. Sedang sebelah kiri dari tempat pengembalian buku adalah Ruang Baca Umum. Kami segera bergegas masuk keruang baca umum ini. setelah didalam, ada prosedur yang harus dilalui yaitu menandatangani daftar buku tamu. Ruang baca umum ini lumayan luas. Dari perkiraan kami luasnya hampir sama dengan ruang di lantai bawah tadi. Suasana di ruang baca ini demikian ramai. Ramai bukan suara-suara tapi oleh banyaknya pengunjung yang memadati area baca. Meja-meja dan kursi yang ada penuh oleh pengunjung. Bahkan sebagaian harus berdiri sambil bersandar di sebarang tempat yang sekiranya nyaman. Menurut penuturan petugas, hari sabtu seperti ini pengunjung dapat mencapai 1500-2000 orang. Sedang hari biasa 1000 sampai 1300 orang. Jadi wajar jika setiap ruang baca di perpustakaan ini selalu penuh oleh pengunjung. jika melihat antusiasme yang demikian besar dari masyarakat malang khususnya sudah menjadi hal yang mendesak bagi pengelola dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah tepat menyangkut keterbatasan area perpustakaan ini.
Fasilitas dalam ruang baca ini termasuk lengkap. Biarpun pengunjung didalam banyak namun tak ada sedikitpun panas ataupun rasa sumuk. Yah ruang baca ini juga dilengkapi dengan ac. Selain itu camera tvcc juga terpasang sehingga aktifitas tiap pengunjung dalam ruangan ini sepenuhnya dapat dikontrol. Proses pencarian buku bukan lagi dilakukan secara manual. Tapi sepenuhnya dengan sistem komputer yang terkoneksi secara on line. Sehingga pengunjung dapat dengan mudah mencari buku yang dicarinya. Terdapat 4 komputer yang khusus digunakan untuk pencarian buku. Melihat jumlah buku yang dimiliki perpustakaan kota malang kini yaitu sekitar 50000 buku maka tak heran jika penggunaan teknologi komputer merupakan sebuah keharusan.
Setelah cukup lama berkeliling ke penjuru pojok ruang kami pun tak sabar untuk menelusuri buku-buku sastra khususnya puisi di pustaka ini. dengan sistem komputerisasi kamipun tak kesulitan menemukan buku- buku yang kami cari. Dan inilah daftar buku yang tersedia di Perpustakaan Umum Kota Malang ini :
1.Setanggi Timur, Amir Hamzah ( Dian Rakyat, 1 exemplar)
2.Cari Muatan; Empat Kumpulan Sajak, Ajip Rosidi (Balai Pustaka, 2 exemplar)
3.Buah Rindu, Amir Hamzah (Dian Rakyat, 2 ex)
4.Madah Kelana, Sanusi Pane (Balai Pustaka, 2 ex)
5.Pengantar Apresiasi Puisi, Suharianto (Widya Duta, 1 ex)
6.Nenek Moyangku Air Mata, D. Zamawi Imron (Balai Pustaka, 1 ex)
7.Puisi dan Metodologi Pengajarannya, BP. Situmorang (Nusa Indah, 3 ex)
8.Puisi Dunia 2, M Taslim Ali (Balai Pustaka, 1 ex)
9.Perjalanan Berdua, Donggo, Djony Herfan, Hutagalung (Grasindo, 2 ex)
10.Bahrum Rangkuti dan Pandangan Dunianya (Anita K Rustapa, 2 ex)
11.Percakapan Dengan Tuhan, Wilson Nadeak (Nusa Indah, 1 ex)
12.Sang Matahari, Ahmadun Y Herfanda, Ragil Suwarna (Nusa Indah, 1 ex)
13.Antologi Puisi 1997 Volume 1, Eka Budiarta, Slamet Sukirnanto (Balai Pustaka, 2 ex)
14.Pengkajian Puisi:Analisis Stratanori dan Analisa Struktural dan Semotik, Rahmat Joko Pradopo (Gajah Mada University Press, 2 ex)
15.Angin Laut Tawar; Kumpulan Sajak, LK. Ara (Balai Pustaka, 3 ex)
16.Lingkungan Kita dalam Puisi, Nurkodim (Wahana Ilmu, 2 ex)
17.Celurit Emas, D.Zamawi Imron (Bintang, 4 ex)
18.Mimpi Gugur Daun Zaitun, Dorothea Rosa Herliana (Grasindo, 2 ex)
19.Simfoni Dua, Subagio Sastrowardoyo (Balai pustaka, 2 ex)
20.Parewa:sajak dalam lima kumpulan (1960-1992), Rusli Marzuki Saria (Grasindo, 2 ex)
21.Dan Kematian Makin Akrab:pilihan sajak, Subagio Sastrowardoyo (Balai Pustaka, 1 ex)
22.Nyanyian Anak Cucu:kumpulan puisi 1976-1996, Upita Agustine (Angkasa, 2 ex)
23.Madura, Akulah Darahmu:pilihan sajak 1966-1996, D Zamawi Imron (Grasindo, 3 ex)
24. kalung dari teman:pilihan sajak, Afrizal Malna (Grasindo, 2 ex)
25.Biarkan Angin Itu Berlalu:pilihan sajak, Piek Ardjianto, Tri M (Grasindo, 2 ex)
26.Wajah Kita:sajak-sajak 1976-1979, Hamid Jabbar (Balai Pustaka, 3 ex)
27.Hari dan Hara; dua kumpulan sajak, Subagio Sastrowardoyo (Balai Pustaka, 1 ex)
28.Tanda-Tanda:sajak-sajak 1976-1979 (Balai Pustaka, 1 ex)
29.Puisi Seputar Dunia, Nyoman Tusthi Eddy (Nusa Indah,2 ex)
30.Mata Pisau, Supardi Djoko Darmono (Balai Pustaka, 1 ex)
31.Kau Datang Padaku:antologi puisi pada abad ke 20, Berthold Damshaver, Ramadhan K.H (Balai Pustaka, 1 ex)
32.Dari Sebuah Album, Rita Oetoro (Balai Pustaka, 2 ex)
33.Catatan Suasana:kumpulan puisi, Slamet Sukirnanto (Balai Pustaka, 3 ex)
34.Perahu Kertas, Sapardi Djoko Darmono (Balai Pustaka, 4 ex)
35.Luka Bunga:kumpulan bunga sajak-sajak 1969-1987, Slamet Sukirnanto (Balai Pustaka, 1 ex)
36.Keroncong Motinggo:dua kumpulan sajak, Subagio Sastrowardoyo (Balai Pustaka, 1 ex)
37.Meditasi:sajak-sajak 1971-1975, Abdul Hadi W.M (Balai Pustaka, 1 ex)
38.Sajak-Sajak Timur Jauh dalam Terjemahan, Nyoman Tusthi Eddy (Nusa Indah, 1 ex)
40.Puisi-Puisi Jelata, John Dammi mukese (Nusa Indah, 4 ex)
41.Kembang Tanjung:Suara dari Pinggiran, Linus Suryadi AG (Nusa Indah, 3 ex)
42.Kayu Manis:kumpulan puisi, Werner J Strubber (Nusa Indah, 3 ex)
43.Rumah Panggung:puisi-puisi 1987, Linus Suryadi (Nusa Indah, 1 ex)
44.Nelayan dan Llaut:kumpulan puisi untuk pelajar, Piek Ardijanto Soeprijadi (Nusa Indah, 3 ex)
45.Mengenang Ibu Tien Soeharto:Dalam Puisi, Moeryanto Ginting, Bien pasaribu, Joko Suratmo (Sinar Harapan, 2 ex)
46.Rumah Cahaya, Maryani, Abdul Wakhid B. S (Gama Media, 2 ex)
47.Jiwa-Jiwa Pecinta, Barakaat Iqbal, Khalilurrahman Faih (Navila, 3 ex)
48.Burung-Burung Nyasar, Hartono Hadi Kusumo dkk (Bentang Budaya, 2 ex)
49.Bulan Sabit, Rabindranath Tagore, Ribut Wahyudi (Bentang Budaya, 1 ex)
50.Celana;kumpulan sajak, Joko Pinurbo (Indonesiatera, 2 ex)
51.Sebuah Kampung di Pedalaman Waktu…Menuju Lembah Makrifat, Hamdy Salad (Bnetang Budaya, 4 ex)
52.Dalam Rahim Ibuku Tak Ada Anjing, Afrizal Malna (Bentang Budaya, 3 ex)
53.Tunjammu Kasih, A Wakhid B. S (Bentang Budaya, 3 ex)
54.Salam Penyair, Musthafa W. Hasyim, Raqil Suwarna (Bentang Budaya, 3 ex)
55.Menyingkap Kalbu Iilahi, Rabindranath Tagore, Ribut W (Jendela, 2 ex)
56.Kitab Suci di Gantung di Pinggir Jalan New York, Made Wianta (Bentang, 2 ex)
57.Romansa Perjalanan:kumpulan puisi, Ema Sukarelawati, Made Wianta (Bentang Budaya, 3 ex)
58.Ornamen Kembang Kertas:139 sajak pilihan 1950-1998, Lutfi Rahman, Ana Samhuri, Andi Setiono (Tarawang, 2 ex)
59.Kasidah Cinta, Hartoyo Andangjaya, Jalaluddin Rumi (Pustaka Iqra, 1 ex)
60.Aporisma China:kata-kata mutiara, AS. Mangoenprasodjo, Ana Samhuri (Trawang, 2 ex)
61.Aporisma Djawa:kearifan dan kebijakan hidup orang jawa, AS. Mangoenprasodjo (Tarawang, 2 ex)
62.Teori dan Apresiasi Puisi, Herman J Waluyo (Erlangga, 3 ex)
63.Ikan Terbang Tak Berawan, Putu Fajar Arcana, Warih Wisatsana (Kompas, 1 ex)
64.Puisi dan Esai Terpilih, Octavio PAZ (Bentang Budaya, 2 ex)
65.Malam Tamansari, Suminto A suyuti (Gama Media, 2 ex)
66.Aceh Dalam Puisi, L.K Ara, AA. Manggeng dll (Syaamil Cipta Media, 3 ex)
67.Cinta Ladang Sajadah, D Zamawi Imron (Gita Nagari, 2 ex)
68.Berkenalan dengan Puisi, Suminto . Suyuti (Gama Media, 2 ex)
69.R umah Cahaya, Zulisih Mryani, Abdul Wakhid B. S (Gama Media, 2 ex)
70.Bunga Yang Berserak, Eriyanti Nurmala Dewi (Angkasa, 1 ex)
71.Jurnal Puisi:no 10 (Yayasan Puisi, 1 ex)
72.Bidadari di Serambi Hati, Kado Pernikahan Prihatin, M.I. F. Baihaqi, Cucu Cuanda (Remaja Rosda Karya, 2 ex)
73.Dian Sastro For Presiden! #2 Reloaded
74.Mabuk Allah, Syafi’i Faruk (Pustaka Sufi, 1 ex)
75.Kumpulan Puisi (Indonesiatera, 3 ex)
76.Lalu Batu:antologi Puisi, Radhar Panca Dahana (Gramedia, 3 ex)
77.Renungan Kloset, Rieke Diah Pitaloka (Gramedia, 4 ex)
78.Pohon Sidrah, Kuswandi Syafi’i (Fajar Pustaka Baru, 1 ex)
79.Puisi Baru, S. Takdir Alisyahbana (Pustaka Rakyat, 1 ex)
80.Istri, Darmanto Jatman (Gramedia Widya Sarana Indonesia, 2 ex)
81.Korek Api Membakar Almari es:kumpulan puisi Made Wianta 1979-1995, Made Wianta (Bentang Budaya, 1 ex)
82.Antologi Puisi Nobel (Yayasan Bentang Budaya, 3 ex)
83.Romansa Perjalanan, Kirjomulyo (gGiwangan, 1 ex)
84.Bisikan Kata, Teriakan Kota:antologi puisi temu sastra jakarta (Dewan Kesenian Jakarta, 1 ex)
85.Puisi Sunda;selepas perang dunia kedua, Iyo Mulyono (Depdikbud, 2 ex)
86.Perumahan, Wing Kardjo (Budjaja Djaja, 1 ex)
87.Father are Special, Kasenda Monica, Lucy Mead (Erlangga, 2 ex)
88.Sister are Special, sebuah persembahan untuk saudara terkasih, Kasenda Monica, Theresia Vini S. (Erlangga, 2 ex)
89.Brother are Apecial, Wahyuni Kamah, Lucy Mead (Erlangga, 2 ex)
90.Sebuah Radio, Kumatikan, Dorothea Rosa Herlyana (Indonesiatera, 2 ex)
91.Ziarah Anggur:kumpulan puisi, Willy H, Sutrisno (Indonesiatera, 2 ex)
92.Masih Bersama Langit, Eka Budianta (Indonesiatera, 2 ex)
93.Tiada Tempat Di Rawa, Supardi Djoko Darmono (Indonesiatera, 3 ex)
94.Nikah Ilalang, Dorothea Rosa Herlyana (Indonesia Tera, 3 ex)
95.Puisi Mbeling,Kitsch dan Sastra Sepintas, Soedjarwo (Indonesiatera, 2 ex)
96.Gelombang Mata Langit, Jumianso (Indonesiatera, 4 ex)
97.Aku Ingin Jadi Peluru, Wiji Thukul (Indonesiatera, 3 ex)
98.Percakapan Lilin, Riki Dhamparan Putra (Aky, 2 ex)
99.Air Mengukir Ikan:kumpulan puisi, Juniarso Ridwan (Indonesiatera, 2 ex)
100.Di Bawah Kibaran Sarung, Joko Pinurbo (Indonesiatera, 3 ex)
101.Rahasia Membutuhkan Kata:puisi Indonesia 1966-1998, Harry A(IndonesiaTera,2ex)
102.Pertarungan Ruang Berceloteh, Ahmad Kholilurrahman (AR. Rizz, 2 ex)
103.Kitab Rajam, Amien Wangsitalaja (Indonesia Tera, 2 ex)
104.Pembawa Matahari, Abdul Hadi (Bentang Budaya, 1 ex)
105.Kongres Kodok:kumpulan puisi, Saut Sitompul (LSPA, 1 ex)
106.Mahar Cinta Bagi Kekasih, Hamdy Salad (Pustaka Setia, 2 ex)
107.Gerimis:dalam lain versi (Logung Pustaka, 1 ex)
108.Asmara dan Tragedi Semanggi, W. Ikhwan Purnama (Gama Media, 3 ex)
109.Roh Terasing, Arahmaini (Bentang Budaya, 3 ex)
110.Tiada Tempat di Rawa:no pierces in the marshes, Supardi,Terry (IndonesiaTera,2ex)
111.Musik Puisi:dari istilah ke aksi, Randal Tanjung, Imam Budi (lLKIS, 2 ex)
112.Telepon Genggam, P. Cahanar, Joko Pinurbo (Grasindo, 1 ex)
113.Pacar Senja:seratus puisi pilihan, Joko Pinurbo (Grasindo, 1 ex)
114.Jiwa Putih, Sarasdewi (Kutu Buku, 2 ex)
115.Mahar Cinta Bagi Kekasih, Salad Hamdy (Logika, 4 ex)
116.Kumpulan Puisi-Puisi Gaul Introspeksi:Titik Balik berbagai hasrat (Seyma Media,1ex)
117.Impian Cinta, Kahlil Gibran, Imam Wahyudi (Diva Press, 1 ex)
118.Pandangan Pertama, Banu Sabetha, Kahlil Gibran (Diva press, 3 ex)
119.Santa Rosa Saint Rosa, Dorothea Rosa H, Harry Aveling (Indonesia Tera, 3 ex)
120.Nessie, Tata(Buku Laela, 2 ex)
121.Biksu Tak Berjubah, Sitor Situmorang (Komunitas Bambu, 1 ex)
122.Bunglon:kumpulan puisi, Hasyim Wakhid (Fresh Book, 4 ex)
123.Pantai Keabadian, Deepak Chopra, Abdul Mukhid (Pohon Sukma, 1 ex)
124.Bisikan Kata, Teriakan Kota:antologi puisi temu sastra Jakarta (DKJ, 1 ex)
126. 125.Perawan Mencuri Tuhan, Amien Wang Sitalaja (Pustaka Sufi, 2 ex)
127. 126.My Name is Mimin, Andri Nur Latif, Gunawan M (Rumah Buku Penyu Biru, 1 ex)
127.Sembilu, Imam Budhi Santosa, Iindra Tranggono (Pustaka Pelajar, 3 ex)
128.Puspa Mega, Sanusi Pane (Pustaka Jaya, 1 ex)
129.Sing a Song of Seasons, Sara E Brawton (The Macmilan Company, 2 ex)
130.Rumahku Dunia:200 sajak pilihan, Eko Budianto (Puspa Suara, 3 ex)
131.Cakrawala Menjelang, Akhmad Sekhu (Yayasan Aksara Indonesia, 3 ex)
132.Sunting:kumpulan sajak berdua, Upita A, Yvonne de Frentes (Puisi Indonesia, 1 ex)
133.Langit Kelabu:sajak-sajak 1971-1973-1974, Linus Suryadi AG (Balai Pustaka, 1 ex)
134.Rindu Anak Mendulang Kasih:sajak-sajak,L. K. Ara (Balai Pustaka, 4 ex)
135.Lilin-Lilin Empat Lima, Sides Sudiyarto (Aries Lima, 2 ex)
136.Poesi Baroe, Puisi kumpulan (Poestaka Rakyat, 1 ex)
137.Surat-Suratku Kepada ‘GN’, Edi Ruslan PE, Amari ZA (Mutiara, 3 ex)
138.Pohon Sidrah, Kuwaidi Syafi’i:retorik puisi (Pustaka Jaya, 2 ex)
139.Romansa Kaum Gitana, Ramadhan K.H (Pustaka Jaya, 1 ex)
140.Obsesi, Sutan Iwan Sukri Munaf (Angkasa, 4 ex)
141.Potret Keluarga, Mamok (SN, i ex)
142.Etsa:kumpulan Sajak, Toto Sudarto Bachtiar (Dunia Pustaka, 1 ex)
143.Life Sentence:Selectec Poems, Dorothea Rosa Herliana (iIKAPI, 3 ex)
144.Dari Batavia-Jakarta, Jeffry Alkadri (Indonesia Tera, 2 ex)
145.Tembang Cinta, Abdul Aziz Safa, Budi Anggoro (Kata Hati, 3 ex)
146.Lirik-Lirik Cinta Mesir Kuno, Barbara Hughes dkk (Castrol Book, 4 ex)
147.Puisi Cinta dan Perjuangan, Sam ABD. Bareno (Papyrus, 2 ex)
148.Llilin-Lilin Empat Lima, Sudiyarto DS. Sidees (penerbit Aries Lima, banyaknya 1 ex)
Setelah mendapatkan apa yang di cari, kamipun berencana keluar dari ruang baca ini. o ya dalam ruang baca umum ini juga Ruang Referensi berada. Meski tanpa sekat tapi terlihat bahwa rak-rak yang berukuran agak tinggi dan ditata memanjang adalah tempat buku-buku umum yang dapat dipinjam. Sedang rak-rak lain yang berukuran lebih pendek adalah khusus buku-buku referensi yang hanya bisa kita baca didalam, bukan untuk di pinjam.
Sebetulnya masih ada satu lantai lagi yaitu lantai III namun kami sengaja melewatkan satu lantai ini. karena lantai satu ini di gunakan sebagai studio televisi lokal Mahameru TV. Stasiun ini adalah adalah milik Pemkot Malang. karena kami merasa tidak berkepentingan dan memang tak ada satupun pengunjung yang naik keatas kamipun beranjak turun.
Dibelakang gedung utama ini masih ada satu ruangan yang terhubung langsung dari ruangan besar lantai satu. Ruangan ini biasa di manfaatkan kegiatan-kegiatan monumental seperti pameran ataupun kegiatan monumental lainnya. Seperti sekarang ini, ruang ini dimanfaatkan siswa-siswi SMA St. Albertus untuk memamerkan hasil karya seni mereka berupa pameran lukisan. Ruangan ini khusus mendapatkan nama Anjungan Ken Arok.
Tak terasa ternyata kami telah melewatkan berjam-jam diperpustakaan ini. suasananya yang kondusif didukung fasilitas yang memadai membuat kami terlena. 4 jam telah lewat, kami pun bergegas meninggalkan perpustakaan yang nyaman, lengkap dan gratis ini. perpustakaan Kota Malang telah mampu merubah image bahwa perpustakaan umum yang di zaman dulu terkesan serius dan identik dengan orang tua, disini malah anak-anak usia belasan tahun bisa menikamati bacaan-bacaan yang mereka suka. Perpustakaan sebagai ruang publik bukan hanya gratis tapi juga mencerdaskan. Bukan ruang publik seperti mall yang mempunyai rencana tersembunyi dan menguras uang pengunjung.
–Syahrul Habib Ramadhan
Lawatan kali ini singgah di sebuah provinsi di pulau Sumatera yakni, provinsi Bengkulu. Sebuah provinsi yang acap kali dikenal sebagai salah satu tempat pembuangan presiden RI pertama Soekarno dimasa perjuangan kemerdekaan sekaligus kisah romantisnya dengan ibu Fatmawati , sang penjahit bendera pusaka. Bengkulu atau kerap disebut Bencoolen di masa penjajahan Inggris juga menawarkan pesona alam hayati yang tak kalah menariknya, sebut saja bunga Rafflesia yang diambil dari nama penemunya Sir Thomas Stanford Raffles ataupun bunga Bangkai yang sering disebut Kibut