Puisi Anggota

Koleksi Puisi para anggota Puitika.Net . Untuk bisa mengirimkan naskah puisi maka disyaratkan menjadi anggota milis puitika dan/atau menjadi anggota melalui situs. Puisi-puisi yang ditampilkan untuk saat ini tidak melalui proses sensor yang ketat. Dimasa yang akan datang akan ada proses penseleksian yang lebih ketat untuk menampilkan puisi anggota.

Puisi-Puisi Yosi M Giri

/

Kabut Yang Memataiku

demi dingin yang menyertaiku pulang kampung,
aku memoles malam dengan gemetaran
hidup yang ditiupkan setiap jemari kuharap
tak berhenti hanya karena jalanan ini sepi dan pengap

tapi kerling itu, tak cukup menggangguku
tidak juga kabut itu, aku hanya perlu menciumnya
dan selebihnya kuhancurkan kugempur
dan kau pun tahu, diam-diam mereka menyertaiku
dan memataiku

Bunga Pustaka, Maret 2009

---

Pada Sebuah Kata

Di lorong-lorong hening
Tiap pasang mata menjelma matahari

Di Semenanjung

/

Di Semenanjung

arah kedatanganmu
yang tak pernah kau beritahu kepadaku

nasib berlarian, mengitari semesta
semesta, meringkus nasib durjana

engkau, kalimat puisi tertinggal.
engkau, kesan yang tak dapat kutuliskan

betapa cahaya terasa mengepung, melempar
tombak-tombaknya ke punggungku, ke mataku.

camar memanggil dari rentangan cahaya
paruhnya mengais sejuta kengerian ikan

“beri aku tanda, tentang arah kedatanganmu.
kutunggu! meski tanggal gugur, satu-satu.”

meski bulan-bulan menjadi basi
dan tahun membusuk di dadaku

datanglah! datanglah! akan kumaknai penantian

Sajak-sajak Iqro' eL. Firdauz (2)

/

MENDEKATI GERAI
:Yi

di telinga ini
secara kebetulan kita belai membelai
merapat cepat
dan terbang sejadi-jadi
desahmu perlahan berbunyi rindu
lucuti raut mimpiku

aku terpukau
hingga selengang bukit hijau kutimang
segala pohon menggelegar
semua burung jatuh terkesima

sebentar aku pergi melepaskan diri
lalu kembali

cuaca tiba-tiba berangin
udara begitu dingin
tubuhku terasa sengal
sebab udara nyaris anyir

aku berlaga, tapi tidak main-main
menghindari remang dan mencari temaram
sebab aku begitu yakin
kau adalah cahaya yang didera derita

Sajak-sajak Iqro' eL. Firdauz

/

TEMAN DAN TAMAN

teman dan taman
seperti buah ranum di dada perawan
mendekap dan teresap
diemban dan tergenggam kemanapun ia melayang
sampai dongeng sebelum tidur

teman dan taman
adalah rindu sungai pada ombak
aliri paritparit dalam buku harian
hingga celah-celah pada muara malam

tapi tak pernah ada yang mengerti
tentang ketenangan yang merobek-robek sunyi
dan keramaian yang lebih nikmat dari hujan
mengalir kencang dan penuh bahagia

Pare, 5 juli 2008

---

MEANG

seperti juga tubuh laut
ia bahkan tak tahu

Puisi-Puisi Yayan R. Triyansyah

/

PENIUP SERULING ILALANG
kepada: Seruling Ilalang

Dari rumah sunyi diperbukitan hening, tiba-tiba
kaudatang menyapa mengetuk pintu
dengan suara seruling dan tarian ilalang.
Membangunkanku dari lelap tanpa kutahu, apasiapa
rupa dan muka dirimu

mungkinkah,
dirimu peniup seruling ilalang
; rumah nada-nada dan gerak tari semesta
; racikan kemabukan beriburibu rindu

lalu kubertanya, tentang
perjalanan ruh adalah susur alir sungai, menyemai
kerinduan di tiap arusnya, serupa
angin yang tertiup lewat lobang jasad, seruling

SEPASANG TEROMPAH

/

Puisi: Hafney Maulana @ Lana esEs

Sepasang terompah yang kau pakai dulu
kini rapuh berdebu menunggu jejak kita
yang ditinggal peziarah mengusung deritanya

Sepasang terompah yang kau pakai dulu
bagai remaja yang merenung gadisnya
menemukan mimpi yang tak habis-habis
membangun kemegahan
yang tersengal dalam derita

Sepasang terompah yang kau pakai dulu
pucat bagai bibirmu - gelisah diusik dongeng
yang mencemburui warna
pada bingkai kaca. tempat kita berdarah
di dalamnya.

spiritual experience I

/

kau pun menjadi api
membayangkanmu aku terbakar

paramadina, 2009

Sujud

/

tersimpuh pada halaman suratmu
lebur aku khusuk dalam tulisan cinta
bertebaran pada rerumputan bulumata
sampai tatapanmu, kekasih
aku ikuti jejak malam penuh tasbih
kausematkan purnama di langit sunyiku

tersentuh dalam alunan ayat-ayat
airmata berpendaran di celah-celah rakaat
menerangi mihrab hingga subuhku
kutanamkan doa-doa kuimpikan semerbaknya
kusirami dengan embun sujudku

terenyuh dalam kehangatan rumahmu
kaubisikkan kehadiranmu, ampunan dan keimanan
bersinaran lamat-lamat fajar jiwaku
bersinaran tak henti-henti

http://puisiuntukkekasih.com
2009

Halaman 1/100