:once to the autumn
I’m no longer afraid of
my Destiny goes
Bumi Air mata
: duka cita Sumbar
Seharusnya kita telah matang
Oleh setiap seka airmata, yg kerap terulang
bahkan sebelum kering benar airmata hari yang kemarin..
Continue reading
Sajak Putih
buat tunanganku Mirat
Bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda
Continue reading
Mereka yang Tersayang
Duniamu, Gadis Kecil
Dunia dari sudut pandangmu
adalah warna-warni indah merayu
penuh kemilau sinar menari
yang kaudekap erat di hati
Semesta dalam bola matamu
bagai kilau intan berserakan
yang kaupungut sambil senyum kegirangan
dan tersisip di celah-celah kalbu
Lorong waktu laksana taman di surga
dalam jiwamu selalu lapang
menyanyi, menari engkau dengan riang
iringi simponi melaju masa Continue reading
Pertemuan
perempuan mengirim air matanya
ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan
ke landasan cakrawala; kepalanya di atas bantal
lembut bagai bianglala
Continue reading
Dalam Doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Continue reading
Manakala Sajak-sajak Berloncatan
1.
Yang kutahu dari seketika adalah jarak antara pengakuan cintamu dengan kepergianmu. Aku linglung di simpang jalan, berharap angin sudi bergerak tunak ke tanjung cinta. Berharap dari sana dapat bermula cerita. Tapi, kita biarkan ketulusan pergi sebelum ia selesai mengajari kita rahasia kehilangan. Sesudahnya, kita sibuk saling menyalahkan. Continue reading
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)
Sebelum Mencatat Apa Pun
di hutan ini
ada juga akhir api
dari kayu yang mengabu
pagi tadi
mestinya tak usah kaurenungkan
tentang diagram yang hangus itu kepadaku
toh burung-burung telah sempurna
melengkapkan hari yang sederhana
juga pada sudut yang samar
tempat serangga menyimpan telurnya
dan di hitam bayang itu juga
Tuhan berada, berjaga dan bertanda.
ini mimpiku, katamu
yang membentuk garis vertikal
pada bidang yang datar.
dan ini tanganku, sahutku
yang menyentuh sesuatu
yang tak pernah ada.
peb-mei 2009
PERJALANAN SUNYI
desah nafasmu
membasahi ziarah syahadat
yang mengalir
di lekuk-lekuk luka
dan suaramu
dininabobokkan
warid kamar
perjalanan seribu sunyi
di mana bayang
hilang makna
dan kita tak lagi
punya waktu
sekedar menyebut nama
dan malam
mempersempit ruang pertemuan
serpih bintang berkilauan
kupu-kupu menebarkan
gerimis
antara guguran kembang