Mereka yang Tersayang

Duniamu, Gadis Kecil

Dunia dari sudut pandangmu
adalah warna-warni indah merayu
penuh kemilau sinar menari
yang kaudekap erat di hati

Semesta dalam bola matamu
bagai kilau intan berserakan
yang kaupungut sambil senyum kegirangan
dan tersisip di celah-celah kalbu

Lorong waktu laksana taman di surga
dalam jiwamu selalu lapang
menyanyi, menari engkau dengan riang
iringi simponi melaju masa Continue reading

Manakala Sajak-sajak Berloncatan

1.
Yang kutahu dari seketika adalah jarak antara pengakuan cintamu dengan kepergianmu. Aku linglung di simpang jalan, berharap angin sudi bergerak tunak ke tanjung cinta. Berharap dari sana dapat bermula cerita. Tapi, kita biarkan ketulusan pergi sebelum ia selesai mengajari kita rahasia kehilangan. Sesudahnya, kita sibuk saling menyalahkan. Continue reading

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)

Sebelum Mencatat Apa Pun

di hutan ini
ada juga akhir api
dari kayu yang mengabu

pagi tadi
mestinya tak usah kaurenungkan
tentang diagram yang hangus itu kepadaku

toh burung-burung telah sempurna
melengkapkan hari yang sederhana

juga pada sudut yang samar
tempat serangga menyimpan telurnya

dan di hitam bayang itu juga
Tuhan berada, berjaga dan bertanda.

ini mimpiku, katamu
yang membentuk garis vertikal
pada bidang yang datar.

dan ini tanganku, sahutku
yang menyentuh sesuatu
yang tak pernah ada.

peb-mei 2009

PERJALANAN SUNYI

desah nafasmu
membasahi ziarah syahadat
yang mengalir
di lekuk-lekuk luka
dan suaramu
dininabobokkan
warid kamar
perjalanan seribu sunyi
di mana bayang
hilang makna
dan kita tak lagi
punya waktu
sekedar menyebut nama

dan malam
mempersempit ruang pertemuan
serpih bintang berkilauan
kupu-kupu menebarkan
gerimis
antara guguran kembang