perempuan mengirim air matanya
ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan
ke landasan cakrawala; kepalanya di atas bantal
lembut bagai bianglala
Continue reading
Tag Archives: Pilihan Editor
Dalam Doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Continue reading
Manakala Sajak-sajak Berloncatan
1.
Yang kutahu dari seketika adalah jarak antara pengakuan cintamu dengan kepergianmu. Aku linglung di simpang jalan, berharap angin sudi bergerak tunak ke tanjung cinta. Berharap dari sana dapat bermula cerita. Tapi, kita biarkan ketulusan pergi sebelum ia selesai mengajari kita rahasia kehilangan. Sesudahnya, kita sibuk saling menyalahkan. Continue reading
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)
Di Restoran
suami-istri duduk di satu meja, mau memesan makanan
orang-orang bergumam di beberapa meja yang berbeda
sang istri menunduk saja, ketika pelayan bertanya;
mau memesan apa? apa di rumah anda berdua,
dapur sudah tak ada
pemain biola menghampiri meja mereka
sang suami tersenyum, sambil berkata;
mainkan love me tender* untuk kami berdua
lalu di tatapnya mata sang istri,
dilihatnya wanita yang terganggu kesunyiannya;
maafkan saya, dua puluh tahun menikahi anda
selalu memesan kenangan di satu meja
orang-orang tertawa di beberapa meja yang berbeda
suami juga tertawa menikmati suara biola
dikhayalkannya hangat secangkir kopi sang istri pagi hari
sang istri gundah-gulana,
saat pelayan hendak pergi
mohon menunggu dengan sabar, nyonya!
ujar pelayan pada kekasih lama
Desember 2008
*Judul lagu Elvis Presley