Antologi Penyair Indonesia

Antologi puisi penyair Indonesia terkini.

Kata

/

bakdisoemantoad8.jpgApa yang anda harapkan ketika membeli antologi puisi penyair Bakdi Soemanto yang sekaligus Profesor di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada? Tentunya sebuah keniscayaan, keniscayaan akan kata -kata yang menggeliat bebas di ruang-ruang kontemplatif yang akan mengajak anda berfikir jauh dibaliknya. Kumpulan puisi yang ditulis periode 1976-2006 sebanyak 101 puisi mengajak anda mengenal sosok penyair lewat kompleksitas dirinya sebagai seorang budayawan, penyair, sekaligus akademisi. Nikmati "KATA"!

Jam-Jam Gelisah

/

jamjamgelisah1uc2.jpgOrang lebih banyak mengenal Todung Mulya Lubis sebagai pengacara yang sukses ketimbang penyair. Padahal puisi-puisinya telah muncul di media massa pada dekade 70-an, jauh sebelum publik mengenalnya sebagai praktisi hukum. Antologi puisi pertamanya, Pada Suatu Lorong, terbit pada tahun 1968. Ia pun kerap muncul dalam pembacaan puisi dan forum sastra pada masa itu. Aktivitasnya sempat berhenti ketika ia masuk dalam daftar cegah-tangkal (cekal) di era Orde Baru.

Sepucuk Pesan Ungu

/

pesanungukecilea2.jpgSepucuk Pesan Ungu adalah rindu yang mendayu-dayu lelaki pada kekasihnya.Sedemikian rindu sehingga tidak menyisakan ruang lain selain cinta, kau, dan aku. Kisah kasih yang sendu, harapan-harapan yang tumbuh silih berganti meresap di setiap puisi yang tertulis.Kumpulan Puisi ini ditulis oleh Ready Susanto, penyair kelahiran 40 tahun silam di Palembang (yang tentunya tidak lagi muda), mungkin tidak menawarkan sesuatu yang baru tetapi tetap pantas jika anda ingin menikmati kembali puisi percintaan yang lembut dan bernuansa ungu.

Kupilih Sepi

/

kupilihsepifl0.jpgMaman Imanulhaq Faqieh acap dikenal sebagai Kang Maman memang lekat dengan dunia pesantren. Pendiri Pondok Pesantren Al-Mizan ini dikenal juga sebagai mubaligh. Jadi jika puisi-puisi yang dituliskan bergelut masalah kereligiusan adalah hal yang lumrah. Hal yang tidak lumrah mungkin usahanya membawa masuk seni,sastra, dan budaya ke dalam pesantrennya di Majalengka yang dalam konteks Majalengka masih sedikit dilakukan. Mengusung tema yang besar yaitu keimanan tentunya tidaklah mudah, beberapa puisinya terkesan standar, tetapi ada juga yang menyentuh hati.

Santa Rosa

/

santarosahh2.jpgSiapakah Santa Rosa? Apa maksud sang penyair menjadikannya sebagai judul dari antologinya kali ini? Apakah yang dicari dari sang penyair yang juga berbagi nama yang sama, (Dorothea) Rosa (Herlany)? Penerima Khatulistiwa Award tahun 2005-2006 kategori puisi ini akan menggulung anda dalam tahapan yang lebih kompleks dengan puisinya yang berbasis ekstrimitas penderitaan manusia seperti yang dituturkan oleh Harry Aveling sebagai penterjemah buku puisi dua bahasa ini.

Melati Di Pahaku

/

melaticr3.jpgBuku kecil tipis mengumbar paha sebagai sampulnya tentu akan mengundang perhatian anda (para lelaki). Antologi yang memuat 70 puisi ini seolah-olah tidak ingin kalah bersaing dengan gambar sampul, beberapa puisi berkutat sekitar tema cinta, ranjang dan tentunya perempuan. Tema ini menjadi menarik karena sang penyair adalah perempuan beranak satu yang kerap dipanggil Yeka selain aktif di pentas teater dan tercatat sebagai anggota Women Playwright International. Penasaran dengan puisinya? Nikmati melati di antara paha Yunis Kartika.

Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung

/

dibawahKangen dengan Joko Pinurbo? Setelah buku terakhirnya Pacarkecilku yang terbit di tahun 2002 barulah di tahun 2007 ini terbit lagi buku barunya yang berjudul Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung yang memuat sajak-sajak dari tiga antologi puisi terdahulunya yaitu , Celana, Di Bawah Kibaran Sarung, dan Pacarkecilku.Sayangnya antologi puisi ini tidak memuat karya penyair yang terbaru dari rentang tahun 2002 sampai dengan tahun 2007. Meski demikian tetap saja buku ini tidak akan dilewatkan oleh peminat penyair kelahiran Pelabuhan Ratu, Sukabumi , 45 tahun silam ini.

Senja Dalam Masa

/

Puisi memang milik siapa saja meski tanpa harus berumit-rumit dengan kata-kata seperti layaknya penyair yang misterius. Buku antologi puisi milik Andri VB ini pun demikian adanya. Kalimat-kalimatnya terang dan dan sederhana. Anda tidak perlu takut untuk kesulitan menafsirkan puisi-puisi di dalamnya terlalu lama. Cukup duduk dan santai membuka lembaran-lembaran buku yang bercerita tentang rindu , cinta, dan perempuan yang menjadi tema besar dalam buku ini. Soal kualitas? anda sendiri yang menentukan.

Halaman 1/3