bejuta hanipi ngeringkol dilom hati:
"jadikon hurikmu ngedok reti
jama niku, ulun tuhamu, rikmu
jama sapa riya!"
"APA artinya," tanya Pak Dian Komarsyah, pembimbing saya ketika membaca bait puisi ini dalam lembar halaman motto di skripsi berjudul "Hubungan Komitmen dengan Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil" sebagai tugas akhir di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung (1996).
Suatu saat, suatu saat, dan suatu saat lagi saya dihantui oleh kecemasan. Kecemasan saya itu bukan tanpa alasan.Hampir tiap hari saya menyaksikan kenyataan bahwa kehidupan semakin dikuasai oleh pertimbangan-pertimbangan yang mendudukkan uang di singgasana kekaisaran. Uang jadi raja segala-galanya.
*Sebuah Catatan Akhir Tahun SUTRISNO BUDIHARTO
Dunia memang makin hiruk pikuk. Itulah yang tercatat dalam memori saya menjelang tutup tahun 2007 dan menjelang datangnya tahun baru 2008 ini. Tengok saja lembaran berita surat kabar atau dokumen faktual lainnya: Indonesia memang makin hiruk pikuk semenjak reformasi digelindingkan 1998 lalu. Makna hiruk pikuk yang saya maksud tentu sangat beragam; ada yang postif, tapi ada juga yang negatif.
Diskusi
1 pekan 6 hari lalu
1 pekan 6 hari lalu
4 pekan 5 hari lalu
4 pekan 5 hari lalu
10 pekan 5 hari lalu
14 pekan 16 jam lalu
14 pekan 5 hari lalu
16 pekan 3 hari lalu
18 pekan 6 jam lalu
20 pekan 2 hari lalu