Esai

Kumpulan esai terpilih Puitika.Net

Patron Yang Berpendar

/

Setelah membaca majalah Horison pada edisi ulang tahunya yang ke 40, secara umum dapat dilihat peta sastrawan, pengaruh sastrawan, konflik sastrawan dan jaringan sastrawan mulai tahun 1966 (semenjak kelahiran Horison). Sebuah perebutan Patronase sastra dengan sebuah ikon majalah Horison memperlihatkan dinamika sastrawan dan kelahiran karya-karya sastra. Sebuah perjalanan majalah Horison yang melibatkan banyak sekali Kampiun Sastra negeri ini diceritakan secara jujur dan terbuka.

Perjalanan Estetik, Spirit Religiusitas dan Sosial*

/

Abdul Mukhid - Tulislah Namaku Dengan AbuKegelisahan hampir dapat dipastikan akan selalu ada dalam perjalanan hidup manusia. Seperti juga aku dan juga anda tentunya. Tetapi di sini jelas berbeda. Dalam hal apa? Tentunya dalam hal penyikapan, penguraian, pemaknaan dan pengaktualisasian dari rentetan kegelisahan yang melingkupi perjalanan diri. Ada pilihan-pilihan yang akan terpampang dalam perjalanan (proses) pencarian untuk ditetapkan sebagai media aktualisasi. Menulis puisi adalah salah satunya. Konsistensi sangat dibutuhkan untuk membawa eksistensi diri muncul kepermukaan.

Kecemasan, Sunyi, Keterasingan, Ruang Kemurungan, Ritual-Ritual Kekerasan, dan Bahasa Yang Bergerak*

/

R Timur Budi Raja - Aksara Yang Meneteskan ApiPembaca yang budiman, tidak banyak penyair yang mau berbagi proses kreatif atas puisi-puisi yang mereka tuliskan. Kali ini seorang penyair muda Bangkalan R Timur Budi Raja memberikan sedikit solilokui proses kreatifnya dari antologi terbarunya "Aksara Yang Meneteskan Api" yang diluncurkan di Kafe Gama Malang, 15 Agustus 2006 yang lalu.

Cinta Menebar dalam Sajak-Sajak Budi P. Hatees*

/

Terus terang, agak bingung juga ketika saya diminta membahas sajak-sajak Budi P. Hatees yang dibacakan dalam Bilik Jumpa Sastra malam ini, Jumat, 18 Agustus 2006. Lebih bingung lagi ketika saya menerima 30 sajak dalam manuskrip bertitel Mulak, Kumpulan Sedikit Puisi. Rencananya sih mau diterbitkan menjadi buku. Saya punya waktu dua hari untuk sedikit mengapresiasinya. Ya, sekadar mengapresiasi. Sebab, hendak mengkritik rasanya saya tak punya perangkat (semacam teori sastra) memadai untuk itu.

Visi, Konsepsi Dan Tradisi Kepenyairan

/

Banyak orang ingin menjadi penulis karena ingin dikenal oleh publik, dan demikian pula banyak orang ingin menjadi penyair karena ingin menjadi terkenal. Tapi apakah mereka menyadari apakah sesungguhnya hakekat kepenyairan? Menjadi seorang penyair sesungguhnya lebih banyak merupakan panggilan hidup, karena di dalam kondisi sosial kemasyarakatan kita dewasa ini tampaknya masih belum memungkinkan untuk menjadikan kepenyairan sebagai sebuah profesi. Dengan kata lain masih terlalu banyak kendala untuk menggantungkan kehidupan semata-mata pada profesi kepenyairan. Di dalam situasi serupa itu maka kepenyairan harus lahir sebagai sebuah bentuk kecintaan.

Proses Belajar Di Dalam Penulisan Puisi Bag. 2

/

(Peran Keakraban Dalam Pengolahan Materi Tulisan)

Apa yang seringkali menjadi problem kita di dalam menulis sebuah sajak? Apa pula yang sesungguhnya menjadikan sebuah sajak terasa merdu dibaca, mampu menyentuh perasaan, memiliki gaya pengimajian yang sangat menarik dan memiliki bobot kualitas sastra yang tinggi? Sepertinya ada semacam resep yang harus kita temukan untuk dapat menjadi seorang penyair yang baik.

Proses Belajar Di Dalam Penulisan Puisi

/

Banyak calon penyair seperti saya juga yang mungkin menulis sekedar menulis tanpa pernah berusaha menekuninya dengan sungguh-sungguh atau berusaha untuk menjadi ahli. Dan oleh karenanya sebagaimana ditengarai oleh Saut Situmorang bahwa di dalam jagad kepenyairan ini begitu banyak bertebaran dilettante dan hanya ada segelintir saja maestro. Banyak pula diantara kita di dalam proses penulisan puisi-puisinya cenderung sekedar menuruti kemauan kata hati tanpa ada upaya untuk menggabungkannya dengan teori, yang sesungguhnya dapat menunjang keahlian kita di dalam menulis.

LK Ara dan Proyek-proyek Penerbitan Buku Sastra di Bangka Belitung

/

Tahun 2005 penerbitan buku kumpulan sastra begitu marak di Bangka Belitung (Babel), yang dimotori oleh LK Ara (LKA) dan Penerbit Yayasan Nusantara Jakarta (YNJ). Contohnya, Bunga Rampai Bangka Barat (bekerjasama dengan Pemkab Bangka Barat, Januari), Antologi Puisi Lingkungan Hidup Kelekak (bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kota Pangkalpinang, Juni), Antologi Pantun Melayu Bangka Pucuk Pauh (bekerjasama dengan Pemkab Bangka Induk, Desember), dan Bangka Belitung Bercahaya dalam Pantun dan Puisi

Halaman 1/2