Jejak siapakah yang menggeliat di angin. Jari-jarinya
mengapung di langit memainkan piano bagai seorang ibu yang
meraba dadanya dalam kesejukan etalase plaza ditengah
ribuan impian. Walau mimpi orang-orang lusuh tersesat di
selokan merebut tetesan darah yang dicetak tebal
pada halaman muka surat-surat kabar
Jejak siapakah yang menari di daun-daun mencari kumbang
walau seribu kembang diam dengan seribu mata jadi danau
menenggelamkan impian para budak yang mencari tawa di
kantong-kantong majikan. Sehingga ribuan impian tumpah
di jalan-jalan. Maka jejak siapakah yang menggeliat menari
di dahi hingga mulut menumpahkan busa
dan jiwa-jiwa kebanjiran tertimpa botol-botol, kaleng dan
bungkus pel
Jejak siapakah yang menangis di tali-tali gitar, ketika seorang
tua dengan jemari gemetar memetik embun walau burung tak
berkicau hingga matahari meneteskan keringatnya
Diskusi
1 pekan 6 hari lalu
1 pekan 6 hari lalu
4 pekan 5 hari lalu
4 pekan 5 hari lalu
10 pekan 5 hari lalu
14 pekan 16 jam lalu
14 pekan 5 hari lalu
16 pekan 3 hari lalu
18 pekan 6 jam lalu
20 pekan 2 hari lalu