Sungai Halus

; bie

mungkin subuh ini aku harus periksa rasa yang terpajang dekat pintu nan
menjadi wujud sendiri untuk tak lelap. tapi aku tak menguping, sungguh. hanya
terbawa oleh waktu yang berjalan surut. ada sungai halus di pipi kita. di sana
juga ada biduk yang pernah kupakai menjala ikan. mungkin ada yang
terlantung waktu naik jenjang. itukah kau, sayang ? dan nafas kita pun saling
berbisik. aku melukaimu dengan daging nan terasah oleh luka. tidak, ha ?
tidak ? sungai itu masih mengalir saja mengapungkan segalanya
tanganmu mendingin, apa gigil, apa beku ?dan itu bukan untuk menukarkan
payung kuning dengan hujan, sebab hujan tak untuk tanganmu yang mengigil
kupangku kau di sungai halus itu
serupa Adam memangku Hawa di Jabal Rahma

Ruangliku, Juli 2007

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>