sajakmu begitu pongah menunduk dan mendongak pada kata dan bait
sendiri tak peduli ada kata lain yang juga mengenal sedih kata-kata
tersiram marah terbungkus kecewanya merah sajakku seolah angin saja
entah kau rasakan dingin atau gerah baitmu cuma satu tercipta dari
gemertak angkuh ‘siapa kamu?’ tanyamu ketika matahari memberi sapa
dengan mata menyimpan bulir luka sajakmu begitu pongah hingga kata
tergeletak hampa meski tawamu meruang tetap saja malam tanpa bayang
pagi, 02juli07
0 Komentar