Maman Imanulhaq Faqieh acap dikenal sebagai Kang Maman memang lekat dengan dunia pesantren. Pendiri Pondok Pesantren Al-Mizan ini dikenal juga sebagai mubaligh. Jadi jika puisi-puisi yang dituliskan bergelut masalah kereligiusan adalah hal yang lumrah. Hal yang tidak lumrah mungkin usahanya membawa masuk seni,sastra, dan budaya ke dalam pesantrennya di Majalengka yang dalam konteks Majalengka masih sedikit dilakukan. Mengusung tema yang besar yaitu keimanan tentunya tidaklah mudah, beberapa puisinya terkesan standar, tetapi ada juga yang menyentuh hati.
Dengan sekitar 148 puisi yang kebanyakan ditulis tahun 2006 akan memberi anda kesan pribadi sang penulis dan juga mungkin akan membuat anda berminat untuk belajar ilmu agama dengan mubaligh muda ini.
Kupilih Sepi :
Sebuah antologi puisi pesantren
Maman Imanulhaq Faqieh
Penerbit Nuansa, Bandung
cetakan I, Maret 2007
231 Halaman
ISBN : 979-24-5654-6
Dua puisi dalam antologi :
Jalan Tuhan
: untuk Kang Acep Zamzam Noor
zarrah cinta
melalui jalan misteri
terseret kesunyian ilahi
: ke arah mana hendak dilalui?
debu rindu
mengepul ke langit jiwa
terjerat cahaya fajar
:bagaimana merubah batu jadi mutiara
di jalan-Nya kupacu kereta asmara
berlari cepat di jalan tak rata
hendak memeluk bayangan
sebelum duka menghuni
keranda
Air Mata
:untuk mas Alwy
air mata Ema
bagai laut kasih sayang
tapi bejana jiwa kita
terlalu kecil untuk menampungnya
air mata Ema
bagai embun salju
untuk basuh pori nurani
yang tertutup wewangi dupa
air mata Ema
bagai kasidah cinta
yang menerbangkan camar
harapan Abah yang tertunda
Diskusi
22 pekan 10 jam lalu
22 pekan 10 jam lalu
24 pekan 6 hari lalu
24 pekan 6 hari lalu
30 pekan 6 hari lalu
34 pekan 1 hari lalu
34 pekan 6 hari lalu
36 pekan 4 hari lalu
38 pekan 1 hari lalu
40 pekan 3 hari lalu