di bianglala
air mata dan tawa semesta
satu dalam rindu
-rid-
di bianglala
air mata dan tawa semesta
satu dalam rindu
-rid-
Bulan pucat ketika mentari bersinar
Namun rela walaupun harus memudar
Demi waktu yang harus terus berputar
demi tidurmu yang lelap
walau mentari membenci gelap
rela berbagi kepada malam
yang membawa cahaya hitam
Sang penunggu dimulut dinding,
bersaksi enggan dibalik suara-suara.
Menanti langkah waktu,
yang turut melenyapkannya.
Tidak untuk saat ini!
Dan sang penunggu itu,
akan hilang terpagut ajal terasah.
2006, Leonowens SP
Suara-suara terpendam,
menguburnya dalam bisikan:
“kapankah ajal itu segera tiba?”
Dan perlahan bisikan itu menghilang,
lenyap tertelan udara melembab.
2006, Leonowens SP
Dinding itu,
tegar bersujud waktu.
Menepis terkaan berakhir.
Selembar tepian di tubuh dinding,
teronggok guratan kuku yang meracau.
2006, Leonowens SP
Dibalik dinding itu,
ada ajal tersembunyi!
Bersama detak jantung
jam yang melekat di dinding.
Melelehkan waktu yang berjalan,
tanpa menoleh sesiapa ditinggalkan.
Dibalik dinding itu,
suara-suara melenguh
bak kerbau tercucuk kuat.
Tiada berdaya mengepal takdir.
2006, Leonowens SP
Ibu……………………………..
Mengenangmu adalah membuka lembaran terindah hidupku
Dalam keteduhan damai hatimu, dalam kelembutan belai tanganmu
Sinar matamu yang sejuk, selalu berhasil menyiram bara jiwaku
Sapaanmu yang syahdu ,selalu menentramkan gejolak resah hatiku
Ibu…………………………
Padamu kuselalu berteduh ketika panas membakar dijalan hidupku
Dalam naungan kasihmu kedamaian menyelimuti sekujur tubuh kalbuku
Kau bagaikan pohon pengayom yang hadir disepanjang lintasan jalanku
Dan ketika lelah mendera, dahaga kering menerpa, Kau sudah ada disana
Menghadirkan kesejukan
Menyiramkan kedamaian
Membangkitkan lagi harapan
Ibu……………………………
Ketegaran mu menjalani takdirmu, sungguh tiada akan ada tandingan
Ketika kau menaungi, kau tadah seluruh panas,dan bagiku kau tebarkan kesejukan
Ketika kau mata air, kau tetap dalam dahaga , dan bagiku kau berikan kesegaran
Ketika kau atasi semua keluh kesahku, tak pernah aku mendengar seucap keluh kesahmu
Kau pikul seluruh beban hidupmu dalam kepasrahan diri, demi menghidupi kami
Ibu ……………………………..
Padahal kamipun tahu, betapa berat beban kau pikul dibahu lembutmu itu
Kami anak anak ibu semakin memahami,betapa tegar hatimu, betapa kokoh dirimu
Dalam kesendirian hidupmu kau bagikan kasih sayangmu , mengalir tiada henti
Masih kudengar rapal doamu, yang kadang lupa meminta untuk dirimu.
Karena seluruh ucap doamu kau pintakan bagi keberkahan kami , untuk bahagia kami
Sungguh ingin ku menjerit ketika kini kusadar kasihmu tiada bertepi
Ibu……………
Mengenangmu adalah membaca ketauladan sejati ,dari kesucian hati
Yang memberi tak pernah mengingat pamrih,mengasihi tanpa meminta balasan
Tiada tempat yang pantas bagimu wahai ibuku, selain Syurga abadi Bertabur Rakmat Illahi
Bertahtalah Ratu hidupku,dikerajaan sucimu,dalam limpahan RidhoNYA
Bahagialah kau disana ,petiklah buah pahala, tanamanmu ketika hidup dunia
Ya Allah Illahi Robbi……..Bahagiakanlah Ibuku dialam kuburnya itu
Ampuni semua dosanya, dan Limpahkanlah RakhmatMU,
Kami tak sempat membahagiakannya, karena KAU telah memanggilnya
Terimalah doa kami untuk Ibuku tercinta,Muliakanlah dia berikan tempat terhormat
Berikan juga balasan
Atas segala perjuangan hidupnya,Demi menghidupi kami
Atas ketulusan hatinya
Atas ketegaran jiwanya
Atas kebesaran kasih sayangnya
Atas ketaqwaan dirinya
Atas kesucian kalbunya
Amin Ya Rabbil Allamin…
Jakarta 22-12-2006
Putra Nusantara
Bd dalam linangan air mata kerinduan
One year ago when the first time we meet each other
Nothing words and nothing sentences from my mouth
You are the one, who none can be you if not you
So natural so unpredictable
You go when all of us want to see you are smiling
Then you come when all of us are give up to invite you
Yesterday is gone and tomorrow is still in the God’s hand
We are really honor to welcome you
Being a part of this community, being a part of our story
Pinky changes sadness into happiness
Pinky makes darknees so shines
Pinky will always tune on our hearts
If you realise, all of people need another people, then why should you let pinky so colourly but lonely, no, company that pinky with your red, with your green, white, black, blue and all colour that you got, cause it’s a mercy, one thing that you can’t deny
Oh pinky I have nothing to give you,,,thank you for your everything
Come on tell me….who could be so pinky if not u
So please answer me, who is the most pink?
Today we left much stories behind us
From this moment life has begin
From this moment I want you to be happy everytime as you happy as tonight
Let pinky blossom today and forever
This wild world sometime make us don’t remember another
Only think that we are the one, we are the wonderful one..
Because of you too pinky we always have an inspiration
Just like this poem, just like this poetry I made
I know that all of you know, who is that pinky
A holy pinky,,,,happy birthday may Allah bless you always
040105
mohon komentar
di peta ibuku, merentang ladang luas
tempat ibu dan sepi menanam air mata
di setiap pagi yang dingin dan
buta, ibuku menjelajah di
galur-galur petanya sendiri
memetik bulir-bulir air mata
yang ranum, kemudianmenuangkan-
nya dalam gelas kopi bapakku.
dan saat matahari dengan malas mulai
belajar melihat, ibuku menyiangi ladangnya
membawa sekantong SPP dan
sebakul rekening listrik
"agar air mata semakin subur
dan gemuk, agar masih ada
yang bisa dimakan senyap
saat senja menggantung nanti
sambil menonton infotainment
di tetangga sebelah" katanya
selalu.
di peta ibuku, air mata jatuh
seperti hujan. membawa angka,
gambar, warna dan huruf
pergi, entah kemana.
di peta ibuku, hanya ada
kertas yang melompong
dan sepi yang pingsan
setelah berkelahi dengan puisi