Matamukah Yang Mengerjap

matamukah yang mengerjap
saat bintang tak lagi berkedip
dalam malam sendiri di teras
rindu tak pernah tandas
ingin kulihat lagi
embun rindu di situ
lalu berbisik
tentang cinta tak bernama
matamukah yang mengerjap
hatiku ingin menyentuhnya
seperti jemari di rambutmu
yang wanginya enggan pergi
dari nafasku
dari nafasmu
jika diammu saja terkirim
bisa apa dalam rinai gerimis
jika itu senyum manis
tak kan kurasakan perih
dan miris

priok,juli 06

Puisi “Matamukah Yang Mengerjap” karya Johannes Sugianto

Tinggalkan komentar


CATATAN - Anda bisa menggunakan HTML Label dan atribut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>