Arsip Bulanan: Oktober 2006

JEJAK MERINTIH

Jejak-jejak merintih

oh… bagaikan berbahasa

mengurai kenangan masa lalu

 

Oktober 2006, Leonowens SP

Rahasia Langit

Keindahan tiada terjawab

kangkangi kebajikan menyala

oh… rahasia langit tiada terperi!

 

Oktober 2006, Leonowens SP

KUASA ALAM

Gelegar petir sayat rasa

luruhkan keangkuhan nyali

kuasa alam sadarkan malapetaka

 

Oktober 2006, Leonowens SP

EMBUN BERLAGU

Tetes embun berlagu

di bumi yang tak dikuasainya

hadir setia wujudkan hari

 

Oktober 2006, Leonowens SP  

UNTAI SENYUM

Senyum menguntai

tepiskan rajam kepedihan

walau hanya sesaat…

 

Oktober 2006, Leonowens SP

JEJAK MERINTIH

Jejak-jejak merintih

oh… bagaikan berbahasa

mengurai kenangan masa lalu

 

Oktober 2006, Leonowens SP

Rapalan Hati ( V )

Dan lautan… ketika kau berdiri, menyentuh

bibir rahim kehidupan, dimanakah kenanganmu

tersimpan untuknya? mengayuh semarak romansa

dan impian, pergumulanmu nyata, bangkitkan

kemegahan hatimu, ya! kau kenyam duri

kisahmu, tiada kau berpaling merajam

nona, kuterima guratan kisahmu!

menyatu di rapalan hatiku…

Oktober 2006, Leonowens SP

Rapalan Hati ( IV )

Oh, penantian… menggoda keraguan, berkemas rasa

jauh terpisahkan pegunungan dan lautan, kesetiaan

‘kan menguji ketegaran, kuterima kenyataan

menahan hujatanku, melentikkan takdir

dan melumuri kerinduan, terjawab

peluh melukis bahasa hati, tinta-tinta

bercucur, senandungkan kertas kehidupan…

Oktober 2006, Leonowens SP

Rapalan Hati ( III )

Bagai penaklukkan… digulung samudera

empaskan bahasa di karang terjal, bersemak

keangkuhan, melangkahkan mimpi keagungan

nan fana… namun, kukenyam lembut mimpimu

yang kau percikkan di selubung rasaku, bersambut

nyata menatap cakrawala cinta, ragu rintihkan waktu

menjelang air memantulkan rembulan, kian kuberharap!

Oktober 2006, Leonowens SP

Rapalan Hati ( II )

Berpangku alam… jadikan kebajikanmu, mengukir

detak waktu, mengarung tegar di nafas curam

kisahmu, oh… takjubkanku! untuk helai

sentuhan sejatimu, tertoreh di lembar

awan impian, luruh hasrat kian meronta

menggapai wajahmu, tiada terpetik olehku…

penantian membisu, indah berpeluk kokoh hatimu

Oktober 2006, Leonowens SP