Edisi Juli 2006

/

  
  Kembali Pulang

  suatu malam yang gerah
  aku menempatkanmu di sisi luka yang merah
  tetapi lantas ada kidung di subuh tsani
  kupertanyakan pada matahari
  dan sejuk embun di daun
  memberiku sajak-sajak mengalun
   
  aku memindahkanmu ke sisi ingatan yang lelah
  dan kemarahan yang hilang ke entah
   
  sepanjang apa kita ukur perbedaan?
   
  dan episode-apisode yang lalu lalang
  hanyalah menegaskan kebersamaan yang hilang
   
  pulanglah ke rumah kita
  dan maafkanlah segenap cerita
  yang keliru kita rangkai bersama

* Juwairiyah Mawardy lahir di Sumenep, 25 Juni 1977. Mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Menulis puisi dan cerpen di media kampus, lokal Madura, Horison, dan beberapa antologi bersama.

Puisi ini terpilih sebagai Puisi Bulan Ini Edisi Juli 2006
dengan tema "Maafkan dan Lupakan" setelah melalui mekanisme pemilihan oleh Editor Puitika.net dan penjurian secara langsung oleh pembaca.

 

 

Komentar Dukungan

Redaktur Puitika,

Saya memilih puisi ini karena kesederhanaannya.
Pulang ke rumah adalah kembali ke tempat asal, dimana semua kedamaian bermula.

Abimanyu <abim_id@yahoo.com>
________________________________

 

Semua, pada hakikatnya memiliki perbedaan.
Dengan maaf semuanya menjadi satu dalam lingkaran keharmonisan.
Memangs eharusnya kita mampu memberi maaf karena kita nantinya pada suatu hari akan khilaf. Jika tidak memulai kapan lagi kita bisa menikmati hati yang damai?

Pramudya <pramudyaa@yahoo.com>
___________________________________

 
Mungkin tidak semudah itu memaafkan.
Bukankah dengan memaafkan maka kita memberikan kesempatan kedua
Kita semua pernah lalai dan kesempatan kedua memberikan kita hikmah yang mendalam. Pulang kerumah adalah pilihan saya.

Dyah Ayu Paramitha (Dyah_ayp@yahoo.com>