Anda tentunya mengenal nama Surabaya. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah ibukota Jakarta tentunya kota ini menyimpan begitu banyak penanda sejarah yang patut untuk dipelajari dan dilestarikan. Membaca antologi puisi "Donga Kembang Waru" anda akan dibawa mengenal kota Surabaya melalui penutur asli berbahasa Jawa dalam geguritan khas Suroboyoan. Trinil, sang penyair adalah seorang perempuan yang memang dikenal baik oleh sastrawan di Jawa Timur. Dengan 66 puisi dalam antologi pertamanya ini bayangkan anda dalam sebuah tur mengenang dan melihat Surabaya dari perspektif penduduknya.
Donga Kembang Waru
Geguritane Sri Setyowati
Cetakan Pertama, Desember 2004
Penerbit Komunitas Cantrik
ISBN: 979-97426-2-5
67 halaman
Salah Satu Puisi dalam Antologi "Donga Kembang Waru"
KAYOON
Arek enom padha sir-siran
Sepedhadan gonceng-goncengan
Nang Kayoon Rek sing paling aman
Tetip sepedhah pindhah nang kossong
Slambu ditotup kedhep-kedhepan
"Puter Kayoon Ah…!"
Pabean, April 2002