Di Gajah Wong

    Tina dan Madhava

 

 

Kita tak pernah berencana

duduk bersama di satu meja.

Tapi irama gending dan suara lirih

pesinden tua itu, seakan isyarat

kita telah bersepakat.

 

Maka,

anak 15 tahun angkat bicara

" Aku minta lasagna!

Ayahku pengikut Kresna

yang durhaka, hingga aku tersia-sia

Ibuku menjadi janda"

 

Dan kau

wanita yang menyimpan kecantikannya dalam jelaga.

Tak kuasa menahan hati, akhirnya buka mulut pula

" Aku wanita biasa

meski nasibku tak biasa.

Cukuplah hidangkan nasi goreng bebek jawa

karena

seorang Ksatria

seorang Brahmin

seorang Pecinta

datang bergantian mengangkangiku

hingga lahirlah anak-anak pilu"

 

Aku yang ngungun dalam diam

hanya bisa berucap pelan pada pelayan

 

" Biarlah kusantap tomato soup

dengan kuah darah yang menetes

dari luka-luka mereka"

 

 

Jogjakarta, 2003

Tinggalkan komentar


CATATAN - Anda bisa menggunakan HTML Label dan atribut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>