Arsip Bulanan: Juli 2006

Bersama Kita Bisa…..Kita Sama Berbisa

 

Ketika kita berdusta,dari mulut berbusa busa
Walau bunyinya terdengar syurga
Tapi maknanya membawakan neraka
Hasilnya pasti mendatangkan celaka
 

Ketika kita tak jujur,benar salah jadi kabur
Walaupun bunyinya janjikan makmur
Tapi maknanya membuat kita kecebur
Hasilnya pasti mendatangkan hancur
 

Berdusta dan tidak jujur
Bukan prilaku yang baik
Kepercayaan pun terkubur
Kebersamaan pun tercabik
 

Lalu…………
Antara kita dan kita..yang ada hanya curiga
Antara kita dan kita..saling takut diperdaya
Semua niat yang baik..Bisa  berarti terbalik
Disini ingin mendidik.Disana r a s a dibidik
 
Bersama pun kini tak rasa bersatu
Bersatupun kini tak terasa sama
Bersama pun kini kita tak bisa
Karena kita  sama sama berbisa
 
Bersama….kita bisa
Berbisa….kita tak sama
Bersama kita tak bisa
Kita sama sama berbisa
 
 

Bungdamai(PutNus} 29-03-2005
 

bung damai = damai bung = buang diam = biang madu = ngidam abu.

Tiada Ddidih Di Kawah Putih

 

Kawah Putih Tidak Lagi Mendidih.

dingin
hening
putih
bersih
Tak ada lagi air mendidih di kawah putih

bisu
kaku
kelu
pilu
Mengiringi langkahku menuruni rangkaian tangga tangga kayu

Lalu aku berdiri terpaku disitu…..
Dipinggir air Kawah Putih yang dingin dan beku

angin pun bagaikan enggan bertiup
membiarkan mentari yang sinarnya semakin redup
seolah menyerah kepada desakan kuasa malam
yang tak sabar ingin menebarkan gelap yang kelam

Disisa sisa temaram cahaya terang
kupusatkan ingatan yang menerawang
Dikesunyian hati yang sepi dan dinginnya rasa yang mati
kucoba mengingat lagi kehangatan yang pernah hadir disini
Dahulu……
Ketika kawah putih masih mendidih.

PutNus 31 07 2006
Ciwidey
Allways in my hearth

Pantun Nasihat

 

pohon mangga ditebang orang
akarnya putus melepas tanah
kayu terlanjur  menjadi arang
tak mampu lagi menghapus fitnah

akarnya putus melepas tanah
beruk terjepit di dua dahan
tak mampu lagi menghapus fitnah
baik dan buruk kini buktikan

beruk terjepit didua dahan
rajawali menangkap ikan
baik dan buruk kini buktikan
seisi negeri memperhatikan

rajawali menangkap ikan
hinggap dulu dipohon jeruk
Seisi negeri memperhatikan
mana yang benar, baik dan buruk.

 

PutNus 30-07-2006

 

 

KITA BUKAN SIAPA SIAPA

sering kita lupa bahwa kita ini pernah tiada

sering pula kita lupa bahwa kita ini tiada daya 

KITA BUKAN SIAPA SIAPA JUGA BUKAN APA APA
 
Jika DIA tak menciptakan kita
dari ketiadaan itu
apakah bisa menuntut keberadaan ini….?

Kita bukan siapa siapa….
bahkan bukan apa apa.
ketika kita masih tiada ,
sebelum ke murahanNYA
menciptakan kita.
 
Siapakah kita…?

Kita   hanyalah ketiadaan……………
Yang tak ada dalam gelap
Yang tak ada dalam terang
Yang tak ada didaratan
Yang tak ada dilautan
Yang tak ada diseluruh lapisan langit
Yang tak ada diseluruh lekukan bumi
Yang tak ada disetiap sisi ruang jagat raya
Yang tak ada disemua bentangan waktu

Bahkan sebenarnya TAK ADA DIKETIADAAN PUN.

Renungkanlah….!!!!!!
Untuk semua yang kini telah Berkenan diadakanNYA
Lalu ketahuilah kemana kelak kita ditempatkanNYA.
Masihkah kita memiliki ruang bagi kesombongan kita…?
 
 
PutNus 30-07-2006
Semakin kecil dalam keberadaan

Akh….Manusia.

 
 

Akh Manusia…………….
Dimana rasa sempurna pongah bertahta
Padahal kelemahan lah yang berkuasa
Dimana rasa benar seolah yang paling besar
Padahal kesalahan yang memenuhi pikiran
 
Ketika kita disini,maka buruk ada disana
Ketika kita disana, maka buruk ada disini
Padahal bila kita disana,ada juga buruk disana
Padahal bila kita disini, ada juga buruk disini
Karena buruk ada juga pada kita
 
Tidak semua pikiran kita yang benar
Tidak pula, semua pikiran orang lain yang salah
Disini ada benar dan ada salah
Disana ada salah dan ada benar

Kejujuran yang menilainya
Kesadaran yang menimbangnya.
Toleransi berupaya mempertemukannya…….
 
Bungdamai ( PutNus) 21102004
Ketika untuk kesekian kalinya menjadi saksi perubahan

Inikah Dunianya Para Penyair ?

 

tapi……
kalau begini cara berjalan
kepala tegak lurus kedepan
tak peduli kiri dan kanan
tanpa salam
tak ada sapaan
lalu bagaimana menciptakan kesatuan
lalu bagaimana melakukan pembelajaran
lalu bagaimana mewujudkan pengkaderan?

atau

memang begini cara hidup para penyair
asyik sendiri mengumbar pikir
paling banter saling mencibir….?
aku cukup alasan untuk khawatir

PutNus 29072006

Sebuah Rasa

ketika cinta datang menyapa
birukan perasaan seakan terbang
datangnya dengan tiba tiba
runtuhkan relung hati
bagai bunga sedang mekar
merona indah sejukan pandangan
membara semangatnya
seakan membakar haluan didepannya
dalam hati menyimpan bangga
dalam harinya hadirkan sejuta cerita
separuh hiduppun ia curahkan
sepenuh tenaga ia berjuang
jiwa ragapun ia taruh kan
demi nama cinta ia berkorban
pancaran mata penuh harapan
tajam menatap ke depan
di tangannya genggam sebuah bahagia
seakan sirnahlah sluh duka lara
api cinta yang membara
jadikan nya satu senjata
yang kan mencabik kerasnya dunia
hilangkan sgala beda yang mendera
indah dan indah yang terlukis
saat rasa itu kian menyatu

Penyair

Masih tenggelam dalam huruf-huruf?
 
Tapi, hidupmu itu :
 
Puisi nyata
 
Yang harus kau fikirkan juga!
 
 
27072006

LAUNCHING BUKU DAN BACA PUISI KELILING

Launching buku dan musikalisasi puisi
"DIALOG-DIALOG SUMBANG" karya A. REGO S. ILALANG.

ACARA DI: GALERI SURABAYA-KOMPLEK BALAI PEMUDA . Jl. PEMUDA SURABAYA. SENIN, 31 Juli 2006

PEMBEDAH :
W. HARYANTO (KRITIKUS SASTRA-SURABAYA)
A. REGO S. ILALANG (PENULIS-NGANJUK)

MODERATOR: R. GIRYADI (SENIMAN-SURABAYA)

MUSIKALISASI PUISI OLEH 'SAK TEPAK-E" MALANG
PEMBACA PUISI:
1. HABIB N.
2. WINDY
3. RISA IMUT
4. MEGA MENDHOL
5. ANJAS TRISNA
6. REGO

MUSIK:
MAS FERRY "BT" DKK

JULI 2006. JAM 19.00 WIB

bapa

bapa, lelaki tanah  api putih mengabukan
nafas-nafas matahari  yang kutanam
antara wirid dan kerak ampas mimpi