Edisi April 2006

 
   Kanak-Kanak Di Hati Kita


  
  Adakah pernah terlintas dalam benakmu
  untuk membuat sebuah percakapan dengan anak-anak,
  tentang apa yang mereka inginkan;  
  membuat perahu dari sebilah bambu
  untuk kemudian dilayarkan ke laut lepas
  atau merangkai sebuah layang-layang dari kertas
  untuk kemudian diterbangkan ke langit luas?
  Karena anak-anak bukan sekedar milik sang ibu,
  bukan pula sekedar milik sang ayah,
  mereka terlebih adalah milik diri mereka sendiri.
  Gemerlap cahaya berwarna-warni
  yang memenuhi taman di hati kita
  yang melambungkan harapan di benak kita.
  Karena bagi mereka hanya ada satu keceriaan
  yang tak lain adalah surga, gemericik mata air
  yang tiada henti menguyurkan kesegaran,
  kepolosan salju yang putih metah
  memenuhi lanskap di dalam penglihatan kita.
  Mereka adalah detak yang berpacu
  di dalam jantung, deru di dada kita
  karena mereka adalah anak panah
  yang terentang kencang di dalam busur sang waktu. 


  Adakah pernah terpikir dalam benakmu
  untuk memahami dunia mereka,
  bukan apa yang menjadi kehendakmu
  melainkan apa yang mereka inginkan.
  Tak henti merengkuh bayang-bayang mengejar layang-layang
  tak henti menghela waktu memburu laju perahu
  Bahwa permainan layang-layang
  bukan sekedar mengulur kegembiraan
  melainkan juga harapan,
  bahwa mengayuh laju perahu
  bukan sekedar melayarkan canda tawa
  melainkan juga menera angan untuk meraih cita-cita.
  Dan di dalam perih liku-liku segenap perjalanan itu
  jiwa kita melebur dengan segala keluh-kesahnya
  mengukir langit melukis cakrawala
  menjelma cita melabuhkan harapan
  dalam semesta cinta di hati kanak-kanak.

Mei 2006

Fanny T.A, masih belajar nulis puisi. karya hanya muncul sesekali di beberapa milis,   sementara ini masih tinggal dengan orangtua di Bekasi.

  
Puisi ini terpilih sebagai Puisi Bulan Ini Edisi April 2006
dengan tema "Anak-anak kita, Anak Indonesia" setelah melalui mekanisme pemilihan oleh Editor Puitika.net dan penjurian secara langsung oleh pembaca.

Komentar Dukungan

Salut buat puitika,
  
  sajak-sajak yang masuk kali ini betul-betul bagus dan pastilah membingungkan untuk
memberikan penilaian yang obyektif. Saya pikir hampir ke-sepuluh sajak ini layak
untuk menerima penghargaan kita. Keragaman cara pengungkapan dan kualitas
puitiknya juga sangat bagus, namun saya pikir harus ada yang menjadi favorit dan
inilah pilihan saya. Bukan karena apa-apa, karena saya lihat hanya sajak ini yang
masih memberikan harapan dimana sajak-sajak lain cenderung muram dan pesimis. Saya
berharap sajak serupa inilah yang akan menjadi wajah anak-anak kita saat ini dan
dimasa mendatang.
  sekali lagi salut buat Puitika atas segala kiprahnya selama ini
  salam
 
Rugard

    "rugard exo" <rugard_exo@yahoo.co.id>
____________________________________

puisi anak yang sangat bermakna, dengan diksi sederhana menghadirkan sebuah cerita
bahwa anak-anak adalah masa yang paling indah dan tiada seorangpun yang dapat
menghalangi kebahagiaan masa kanak-kanak, tidak juga orang tua. saya sangat tertarik
dengan ide penceritaan yang di hadirkan penulis, dia membuat pembaca mencoba untuk
berpikir tentang siapa sebenarnya anak-anak itu, karena anak-anak bukanlah objek
untuk ‘pemuas’ sesaat, dalam artian, anak-anak bukanlah sesuatu yang harus di
proteksi secara berlebihan, tetapi berilah ia kebebasan dengan mengawasinya, karena
masa kanak-kanak banyak dengan ide-ide lucu yang mampu membuat orang dewasa sedikit
tergugah.

      "Syaiful Bahri" <bang_epul@yahoo.com>
________________________________

Sebuah gaya pengimajian yang sedikit naif, jujur namun justru sangat menyentuh dan
secara implisit juga menggugat keberadaan para orangtua, saya kira demikianlah
potret kanak-kanak dalam realitas yang sesungguhnya. Dan secara universal mampu
mewakili dunia anak-anak itu sendiri.
  
  Selamat dan buat Puitika maju terus
  salam
  DA.

"Diah Ajeng" <diah.ajeng@yahoo.com>
__________________________________

Menjadi anak-anak adalah fase yang dilalui seorang manusia. Kita sebagai orang dewasa selalu saja lupa bagaimana kita dulu menghabiskan waktu masa kecil dan selalu merasa benar bahwa apa yang kita inginkan pada anak-anak bisa jadi yang terbaik bagi mereka. Kita selalu lupa bahwa jiwa anak-anak selalu lepas dan tidak terkekang tidak layaknya kita yang telah ditimbuni ideologi dan opini. Ah kita selalu saja lupa …

Abimanyu (Abim_Id@yahoo.com)
______________________________

Aku pilih puisi ini karena puisi ini yang memberikan kesaksian yang arif bagi orangtua untuk memahami anak sebagai  panah  yang lepas dari sebuah busur. Kemana mereka menuju hanya mereka sendiri yang tahu.

Cahyo Duo Nenda (j3rry24@yahoo.com)
__________________________________


Puisinya bagus. Kendali kata dan imajinasi yang indah. Anak-anak adalah dongeng dalam dunia nyata. Sebuah dunia yang menyimpan seribu cerita dan harapan.

Diah Ayu Paramitha (diah_ayp@yahoo.com)
____________________________________________

Tentunya ini puisi yang layak untuk disampaikan melalui puitika. Hari anak yang semakin dekat dan pada kenyataannya anak-anak Indonesia saat ini tidaklah semuanya anak-anak jalanan dan yang terluka. Rumah yang nyaman belum tentu aman dari infiltrasi Orangtua yang patut dicurigai menanamkan impiannya kedalam tubuh anak-anak yang tak mampu berbuat apa-apa. Hanya orangtua yang  tanggap dan meyakini sepenuhnya jatidiri kedewasaan akan menemukan jalan yang terbaik untuk mendidik anak-anaknya

Rio Ardian (deep_rio@yahoo.com)
_____________________________

Tema universal yang pelik untuk dijabarkan. Semua penulis adalah orang dewasa yang mencoba menyelami psikologis dan realita anak saat ini. Sayangnya tidak ada anak-anak (beneran) yang mengirimkan puisinya sehingga kita hanya dicekcoki pemahaman kita sendiri. Meskipun demikian saya memilih puisi ini karena aliran kata yang lembut dan setidaknya membuat saya melepas penat dan memejamkan mata , membayangkan angin yang menerbangkan layang-layang masa kecil dahulu.

Yuki syahrizal (yukabi9@yahoo.com)
________________________________

kata-kata yang manis dan tidak menggurui

Abimanyu (Abim_id@yahoo.com)
____________________________

Anak-anak perlu dilindungi dan orangtua adalah tameng pertama untuk itu. Salut untuk penulisnya.

Pramudya (pramudyaa@yahoo.com)
_______________________________

Tinggalkan komentar


CATATAN - Anda bisa menggunakan HTML Label dan atribut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>