Akankah kau lupakan sawah-sawah dan ladang
Dengan mendirikan keangkuhan
Mendepak beberapa yang menghuni
Sawah dan ladang mengering
Dalam getir dan berurai air mata
Tersedu dengan isak yang memilukan
Tidakkah hatimu tertambat?
Rupanya mata telah gelap
Sinar tak pernah terbit
Sedikitpun
Membuka sedikit demi sedikit
Di pelupuk matamu adalah
Seperti Sisifus yang menggelindingkan bola
Akankah kau lupakan rumah-rumah
Tempat meneduh dan berbagi resah
Dengan menerbitkan hasratmu
Sementara para penghuni lari ke jalan
Memohon belas kasih atau memberontak
Akankah kau tahu itu perbuatanmu
Akankah kau?
0 Komentar