Puisi, Membacamu

luka
saling mengampuni

mawar
saling menikam

kata
saling mengakhiri

( okt. 2002 )

  1. oiiiii………………. seperti air di mataku. meleleh. tapi tak pasti kemana akan tumpah

  2. penuh rasa

  3. aih, tak ada yang dengar luka ini, puisi, lelah sudah membacamu…kau seperti batu, hanya digemari ribuan debu….

  4. ……………………………………………sekali kutulis, setelah itu habis…wkwkw…good….

  5. PANITIA CINTA TIADA LELAH KAU TUK CANDA
    SEHABIS PETANG UCAPKANLAH KATA
    ”AKU KAN SELALU MENUNGGUMU…”

  6. Tak ada akhir untuk kata, tak ada tikam antar mawar dan…..tak ada ampun untuk luka. Hanya keikhlasan yang sanggup menggugatnya.

  7. luka, mawar, kata.. adalah bongkahan jiwa dan rasa,
    membacamu;
    puisi..

Tinggalkan komentar


CATATAN - Anda bisa menggunakan HTML Label dan atribut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>