Oleh Tantry
Jenuhku telah mencapai klimaks.satu persatu muncul dari masalalu yang purba.kembali hadir melalu bayangbayang absurd.
Guratanguratan wajahmu hampir memenuhi jendelajendela mataku.ada sesuatu dibalik itu, perlahan tapi paasti sungaisungai dalam dadaku mengalir mengikis kerikilkerikil tajam hatiku
Ini tahun kedua aku tak bersamamu,tak ada air mata untuk mengenangmu, seperti harihari sebelum kau pergi.Kini tinggallah kejenuhan yang enggan tuk menghadirkan bayangmu.
0 Komentar