Perpustakaan Daerah Bengkulu

perpusbengkululr5.jpgLawatan kali ini singgah di sebuah provinsi di pulau Sumatera yakni, provinsi Bengkulu. Sebuah provinsi yang acap kali dikenal sebagai salah satu tempat pembuangan presiden RI pertama Soekarno dimasa perjuangan kemerdekaan sekaligus kisah romantisnya dengan ibu Fatmawati , sang penjahit bendera pusaka. Bengkulu atau kerap disebut Bencoolen di masa penjajahan Inggris juga menawarkan pesona alam hayati yang tak kalah menariknya, sebut saja bunga Rafflesia yang diambil dari nama penemunya Sir Thomas Stanford Raffles ataupun bunga Bangkai yang sering disebut Kibut
oleh penduduk setempat.  Provinsi ini terbentang di sepanjang pantai barat pulau Sumatera.Berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat dan Jambi di sebelah utara, provinsi Sumatera Selatan di bagian timur dan provinsi Lampung di arah selatan. Provinsi Bengkulu berdiri sejak tahun 1968, awalnya hanya tiga kabupaten dan satu kota saja namun kemudian bertambah dengan 4 kabupaten lainnya yaitu, Kepahiyang, Kaur, Seluma dan Lebong. Kami akan membawa anda ke salah satu kota di provinsi ini yaitu, kota Bengkulu. Ada beberapa tempat yang akan diulas secara khusus  dan akan dimuat secara bersambung untuk beberapa edisi ke depan.

 

Perpustakaan Umum Daerah Bengkulu

Tidak lengkap rasanya jika berziarah ke kota Bengkulu tanpa bertandang ke Perpustakaan Umum Daerah. Sebagai kota yang kaya dengan nilai sejarah, akulturasi nilai islam dan barat yang merasuk melalui pedagang Islam dari Gujarat yang berlayar ke pulau Sumatera dan selama masa penjajahan bangsa asing tentunya menjanjikan sebuah wisata historis yang  menarik. Tujuan kami adalah mencari literatur yang terkait dengan kota Bengkulu termasuk bagaimana pengaruh nilai budaya keislaman dan budaya barat menjelma dalam dunia kesusasteraan masyarakat Bengkulu, khususnya puisi. Kami berharap bahwa perpustakaan daerah ini menyediakan materi yang kami butuhkan.

Pagi sekitar jam 10.00 kami bergerak menuju lokasi perpustakaan yang berada di area pendidikan kota Bengkulu (jika anda baru pertama kali tidak perlu sungkan untuk bertanya lokasi  perpustakaan). Bertempat di jalan Mahoni no 12, berada persis di depan SMU Negeri 2. Bangunan perpustakaan ini cukup besar, atapnya yang tinggi kecoklatan akan terlihat dari kejauhan. Dengan pagar yang dicat berwarna oranye dan palang besar bertulis badan perpustakaan akan memudahkan anda menemukannya. Beberapa pohon cemara dan palem menghiasi halaman depan bangunan yang dominan dengan warna putih dan oranye ini. Sebuah tangga besar kelantai dua berada tepat di depan gedung, layaknya model rumah tradisional penduduk asli. Ada tiga tingkat dari bangunan yang dibangun tahun . Tingkat pertama selain digunakan untuk ruang baca juga menjadi ruang administrasi, tingkat ke dua berfungsi sebagai ruang referensi, dan pelabelan serta perbaikan buku dan tingkat ketiga digunakan untuk perkantoran.

Selangkah dari pintu masuk kita akan dihadapkan dua ruangan  besar kanan dan kiri serta sebuah tangga diantaranya yang menuju ke lantai dua. Ruangan besar di sebelah kiri adalah ruangan bacaan umum mulai dari kesusasteraan hingga ilmu pasti. Sedangkan sebelah kanan adalah ruang administrasi. Tempat dimana anda mengurus menjadi anggota perpustakaan dan kepentingan lain.

Sebelum masuk ruang bacaan umum ada sejumlah prosedur yang anda harus lakukan. Meninggalkan tas bawaan anda dan menandatangani buku tamu. Anda boleh membawa buku tulis dan alat tulis lain termasuk juga barang berharga dan elektronik lainnya. Saat masuk ke ruang baca kita akan menemukan meja panjang warna hitam dan kursi yang berjejer. Ruangan ini tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan hanya  beberapa kipas angin di langit-langit tapi cukup memberikan kesejukan. Cermin panjang menghubungkan antar sudut atas yang memungkinkan petugas perpustakaan melihat kecurangan yang bisa terjadi. Cahaya matahari masuk melalui jendela berterali dengan gorden yang berwarna coklat. Di dinding dekat pintu masuk ada keterangan waktu berkunjung.

Jam buka layanan bahan pustaka
Senin kamis    : 08.00 – 16.30
Jumat        : 08.00 – 11.00 / 14.00 -16.30
Sabtu        : 08.00 – 16.30

 
{mosimage}Proses pencarian buku dilakukan secara manual dengan sistem katalog sederhana. Walaupun cukup menyulitkan namun bisa membantu anda untuk menemukan buku yang anda cari [meskipun kami sarankan mengingat jumlah buku yang tidak banyak proses pencarian bisa dilakukan tanpa melalui katalog). Yang anda harus lakukan adalah mengecek dengan baik rak-rak buku dengan kodenya. Ada beberapa rak buku yang kodenya terlepas sehingga anda harus memastikan sendiri dengan melihat nomor kode yang ada di buku. Untungnya bagian kesusteraan berada di rak pertama sehingga memudahkan proses pencarian kami. Bagian kesusasteraan ini terdiri dari banyak buku dengan tema yang sama yaitu kesusteraan. Ada kumpulan cerpen, novel, dan antologi puisi. Tidak luput tentunya buku-buku wajib yang dibaca oleh mereka yang berkuliah di fakultas sastra. Buku-buku terakhir (text book) mendominasi bagian ini. Bisa dikatakan 80 % nya diperuntukkan untuk mempelajari sastra indonesia. Tidak heran saat kami berkunjung banyak pengunjung yang datang ke rak ini mayoritas mahasiswa di PTN dan PTS di kota Bengkulu.  

Jangan berharap untuk mendapatkan antologi puisi dari penyair Indonesia generasi terbaru. Dari pengamatan kami hanya ada sekitar 59 antologi puisi saja yang tersedia untuk pengunjung. Antologi ini rata-rata adalah antologi yang diterbitkan dibawah tahun 2000 dan kebanyakan milik penyair yang sudah cukup akrab di telinga. (lihat di lampiran untuk lebih lengkapnya) Untuk ukuran sebuah perpustakaan umum daerah, jumlah ini tentu saja memprihatinkan. Betapa sedikit perhatian pihak perpustakaan untuk memperkaya apresiasi pengunjung melalui karya sastra dari pujangga Indonesia. Hal ini bisa jadi dikarenakan hibah buku yang diberikan kepada pihak perpustakaan tidak banyak. Lebih miris lagi jika mengetahui tidak ada satupun antologi puisi dari penyair asli Bengkulu.

Setelah berkubang cukup lama dengan bagian sastra indonesia dan sejarah. Akhirnya kami putuskan meminjam dua buku, Syair Khadamuddin, Aisyah Sulaiman Riau dan Cari Muatan, Ajib Rosidi. Seperti di banyak perpustakaan di Indonesia batas buku yang bisa dipinjam hanya dua buku dengan batas peminjaman selama dua minggu.

{mosimage}Jika anda berada di kota ini dalam jangka waktu yang cukup lama tidak ada salahnya membuat kartu perpustakaan siapa tahu buku-buku di perpustakaan ini bisa membantu anda. Anda hanya perlu datang ke bagian administrasi yang berada di lantai bawah ruang sebelah kanan dan mengungkapkan tujuan anda. Petugas yang bersangkutan akan memberikan formulir untuk di isi. Setelah lengkap anda akan diambil foto secara langsung melalui sistem komputerisasi (sayangnya komputerisasi belum diterapkan untuk katalog buku). Tidak ada biaya pembuatan dan  kartu perpustakaan akan selesai esok harinya.  
Selain kartu perpustakaan anda akan diberikan kertas karton putih lengkap dengan garisnya untuk mencatat semua buku yang anda catat. Kartu dan blangko ini wajib anda bawa setiap kali meminjam.

Penasaran dengan literatur lain yang berada di lantai dua yaitu bagian Referensi kami bergegas menuju ke atas. Ternyata di atas setali tiga uang dengan lantai bawah. Katalog manual yang sudah tidak up-date. Jika ruangan di bawah cukup ramai dengan pengunjung bagian atas terasa lengang. Hanya ada dua petugas yang menjaga. Mungkin karena sepi mereka berbicara cukup keras. Sebenarnya sangat mengganggu bagi mereka yang masuk bagian referensi. Jika di ruang bacaan umum anda tidak perlu takut untuk mengenakan sandal atau kaos oblong bahkan celana pendek untuk masuk maka di ruang ini anda harus menggunakan sepatu dan berpakaian sopan.

{mosimage}Literatur di bagian referensi memang agak berbeda dengan ruang bacaan umum. Kebanyakan buku di ruang ini seperti ensiklopedia, kamus-kamus, jurnal, dan majalah-majalah khusus baik yang berbahasa indonesia dan inggris. Ada juga informasi seputar perpustakaan yang membantu anda untuk mengetahui sejarah perpustakaan ini lebih detail. Bagaimana dengan literatur sastra yang lebih lengkap? Sepertinya anda harus kecewa untuk yang satu ini.

Setelah puas melihat-lihat kami keluar dari ruang referensi. Tepat di depannya ada ruang pelabelan. Sedangkan di ruang kecil di sebelah ruang referensi di sediakan mushola kecil.  Rasanya sudah selesai menjelajahi perpustakaan &ldq
uo;kecil” ini hanya dalam satu jam saja.

Bukan maksud kami untuk cepat-cepat keluar tetapi lawatan ini memang cukup singkat. Saat meninggalkan perpustakaan kami melihat beberapa unit perpustakaan mobil masuk. Program perpustakaan mobil ini cukup digemari di beberapa tempat yang tidak terjangkau perpustakaan.  Ada juga bangunan baru yang berada di sisi kiri gedung utama. Bangunan itu masih kosong mungkin akan dijadikan sarana operasional petugas.

Apabila anda menyempatkan datang ke tempat ini dan keluar saat makan siang anda bisa mencicipi sajian mi pangsit di depan perpustakaan. Sambil membaca buku yang baru saja anda pinjam dan ditemani es cendol dan mi pangsit akan sedikit menyejukkan anda di kota yang panasnya bisa membuat keringat mengucur deras. Sambil menikmati hidangan dan melihat gedung perpustakaan anda bisa berfikir kemana lagi anda akan melanjutkan perjalanan anda di kota ini.

Bengkulu, Februari  2006
 

Buku-buku puisi di Perpustakaan Daerah Bengkulu

1.    Sangkar Daging (kumpulan sajak 1980-1995), Gus Tf , Grasindo. 1997
2.    Arsitektur Hujan, Afrizal Malna, Bentang ,1995.
3.    Nyanyian Anggur, B Sarwono, Pustaka Sastra, 1993.
4.    Aku ini Binatang Jalang  (koleksi sajak 1942-1949), Chairil Anwar,
      Gramedia Cet. Ke 13 Maret 2004.
5.    Kastalia, Dadang Djiwapraja, Pustaka Jaya, 1997.
6.    Kurela Demi Negara (kumpulan sajak perjuangan tahun 1973),
       Ghalia Indonesia, 1982.
7.    1000 Masjid 1 Jumlahnya (tahajud cinta seorang hamba),
       Emha Ainun Nadjib, Mizan Cet. IX 1997.
8.    Mata Pisau, Sapardi Djoko Darmono, Balai Pustaka, 1982.
9.    Puisi Dunia 2, M Taslim Ali, Gema Jiwa Germania, Balai Pustaka Cet. 3, 1993.
10.    Cahaya Maha Cahaya (kumpulan sajak), Emha Ainun Nadjib, Pustaka Firdaus, 1993.
11.    Cari Muatan, Ajib Rosidi, Balai Pustaka Cet. II, 1975.
12.    Geguritan Gagrag Anyar, Wierasita Paseksen, Balai Pustaka, 1989.
13.    Nikah Ilalang, Dorothea Rosa Herlany, Yayasan Pustaka Nusantara, 1995.
14.    Sebutlah Ia Bunga, Darmanto Jatman, F. Sastra Undip, Semarang, 1985.
15.    Anggrek Berbunga (sajak anak-anak), LK Ara, Pustaka Dian,
        Jakarta, April   1982.
16.    Jakarta, Senja Hari, Meidy Lukito, Penerbit Angkasa Bandung, 1998.
17.    Berkas Puisi Yang Hampir Hilang, Sandy Tyas, Cetakan Pertama, 1978.
18.    Cinta Ladang Sajadah, Zamawi Imron, Gita Negeri, November 2003.
19.    Mengenang Ibu Tien Dalam Puisi, Penebar Swadaya, 1997.
20.    OhOi (kumpulan puisi-puisi balsem, KH, Mustofa Bisri,
         Pustaka Firdaus, 1991.
21.    Mencari Bapa, Rendra, Yayasan Obor, Jakarta, 1997.
22.    Angin Danau, Sitor Situmorang, Sinar Harapan, 1982.
23.    Ornamen Kembang Kertas, Lutfi Rachman,
        Yayasan Untuk Indonesia Yogyakarta, 1999.
24.    Isteri, Darmanto Jatman, Grasindo, 1997.
25.    Sajak-sajak Modern Prancis dalam 2 Bahasa, Pustaka Jaya.
26.    Kalatidha Guratan Luka Seorang Pujangga,
        Amir Rochkyatmo, Wahana Widya Sastra, 2002.
27.    Meditasi, Abdul Hadi W. M, Balai Pustaka
28.    Renungan Kloset, Rieke Dyah Pitaloka, Gramedia, 2003.
29.    Gema Tanah Air,, HB Yasin, Balai Pustaka, 1999.
30.    Suntingan Teks Syair Ismar Yatim, Depdikbud, 1997.
31.    Syair Burung Bayan dengan Burung Karuang, Depdikbud, 1998.
32.    Sajak-sajak dari Makassar, Puisi Indonesia, 1992.
33.    Sajak-sajak Sikat Gigi, ANM Massardi, Pustaka Jaya, 1983.
34.    Potret Pembangunan, Rendra, Pustaka Jaya, 1974.
35.    Rebab Pesisir Selatan, Zamzani dan Marlaini,
         Yayasan Obor Indonesia, 1993.
36.    Arts &Art, J Soenarta, Jakarta, 2003.
37.    Calon Arang, Toeti Herati
38.    Terkenang Topeng Cirebon, Ajib Rosidi, Pustaka Jaya, 1993.
39.    Suluk Tanah Perdikan, Bambang JP, Pustaka Pelajar, 1995.
40.    Syair Kumbayat I, Depdikbud, 1996.
41.    Korek Api Membakar Lemari Es, Made Wiyanta, Bentang, 1996.
42.    Sembahyang Rerumputan, Ahamadun Yosi Herfanda, Bentang, 1996.
43.    Parewa, Rusli Marzuki Saria, Grasindo, 1998.
44.    Mari Bersajak, Karwapi, Pelita Massa, 1977.
45.    Rindu Anak Mendulang Kasih, Antologi puisi bersama, Balai Pustaka, 1987.
46.    Nyanyian Tanah Air, kumpulan puisi anak-anak, Cypress, 1981.
47.    Syair Khadamuddin, Aisyah Sulaiman Riau, Depdikbud, 1987.
48.    Tirai, Ikranagara, Balai Pustaka, 1984.
49.    Fragmen Malam, Setumpuk Soneta, Wing Kardjo,Pustaka Jaya, 1997.
50.    Risalah Badai, Itaga Press, November 1995.
51.    Nama dan Makna, Ajib Rosidi, Pustaka Jaya, 1993.
52.    Struktur Puisi Jawa Modern, Depdikbud, 1987.
53.    Kutahu, Linus Suryadi Ag, Grasindo, 1997.
54.    Bulan Luka Parah, Husni Djamaluddin, Pustaka Jaya, 1986.
55.    Angin Laut Tawar, Lk. Ara, 1995.
56.    Sambil Jalan, Landung Simatupang,
         Yayasan untuk Indonesia Yogyakarta, 1999.
57.    Sajak-sajak Sepatu Tua, Pustaka Jaya, 1995.
58.    Catatan Suasana, kumpulan puisi, Slamet Sukarnanto, Balai Pustaka, 1982.
59.    Pabila dan Dimana, Ayatrohaedi, Pustaka Jaya, 1984.

Tinggalkan komentar


CATATAN - Anda bisa menggunakan HTML Label dan atribut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>