Hari ini setahun yang lalu

Selamat berjumpa kembali dengan Puitika.Net! ^_^

Selama lebih dari satu semester kita tidak bersua, bagaimana kabar hidup dan puisi Anda? Meski Puitika.Net mengalami kevakuman selama masa itu, kami harap dinamika puisi dalam ruang dan waktu yang Anda jalani masih terus bergerak maju.

Rindu Saya pada Puisi Lampung

/

bejuta hanipi ngeringkol dilom hati:
"jadikon hurikmu ngedok reti
jama niku, ulun tuhamu, rikmu
jama sapa riya!"

"APA artinya," tanya Pak Dian Komarsyah, pembimbing saya ketika membaca bait puisi ini dalam lembar halaman motto di skripsi berjudul "Hubungan Komitmen dengan Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil" sebagai tugas akhir di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung (1996).

Kata

/

bakdisoemantoad8.jpgApa yang anda harapkan ketika membeli antologi puisi penyair Bakdi Soemanto yang sekaligus Profesor di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada? Tentunya sebuah keniscayaan, keniscayaan akan kata -kata yang menggeliat bebas di ruang-ruang kontemplatif yang akan mengajak anda berfikir jauh dibaliknya. Kumpulan puisi yang ditulis periode 1976-2006 sebanyak 101 puisi mengajak anda mengenal sosok penyair lewat kompleksitas dirinya sebagai seorang budayawan, penyair, sekaligus akademisi. Nikmati "KATA"!

Nyanyi Sunyi

/

nyanyisunyimp7.jpgNyanyi Sunyi dituliskan oleh Tengku Amir Hamzah tahun 1937 di Jakarta pada saat Beliau berumur 26 tahun. Dalam antologi ini terdapat 24 puisi termasuk diantaranya pula puisi "Padamu Jua" yang populer bacakan pada peringatan keagamaan (Maulid Nabi, Isra' Mi'raj) di sekolah dasar. Generasi kelahiran tahun 50 hingga 60 -an mungkin masih hapal sajak-sajaknya dari antologi ini. Amir Hamzah yang dijuluki oleh HB. Jassin sebagai Raja penyair Pujangga Baru meninggal di Kuala Begumit , 20 Maret 1946 sebagai korban Revolusi Sosial di Sumatera Timur.

Lintang Sugianto

/

Lintang Sugianto lahir di Jakarta, 28 April 1969 ( jam 7 malam). Mengecap pendidikan di Arsitektur Landscape Trisakti dan ASMI. Menulis puisi , cerpen dan novel. Beberapa kumpulan puisi yang sudah dibukukan dan diterbitkan seperti Illahi (1998),Pelepah I (1999), Pelepah II (2000), Namaku Perempuan (2006), dan Kusampaikan (2006) . Kumpulan cerpennya, yaitu GWINAR (2003),Orang-orang Kalah (2004),ADIBA (2005), Aku, Anak Matahari (2005).

Penyair Dalam Kenangan : Mochtar Lubis

/

Mochtar Lubis (dilahirkan tanggal 7 Maret 1922 di Padang) adalah seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia. Sejak zaman pendudukan Jepang ia telah dalam lapangan penerangan. Ia turut mendirikan Kantor Berita ANTARA, kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang telah dilarang terbit. Ia mendirikan majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Pada waktu pemerintahan rezim Soekarno, ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966.

Perpustakaan Daerah Bengkulu

/

perpusbengkululr5.jpgLawatan kali ini singgah di sebuah provinsi di pulau Sumatera yakni, provinsi Bengkulu. Sebuah provinsi yang acap kali dikenal sebagai salah satu tempat pembuangan presiden RI pertama Soekarno dimasa perjuangan kemerdekaan sekaligus kisah romantisnya dengan ibu Fatmawati , sang penjahit bendera pusaka. Bengkulu atau kerap disebut Bencoolen di masa penjajahan Inggris juga menawarkan pesona alam hayati yang tak kalah menariknya, sebut saja bunga Rafflesia yang diambil dari nama penemunya Sir Thomas Stanford Raffles ataupun bunga Bangkai yang sering disebut Kibut